30/03/2017
Sati atau suttee adalah adat pemakaman Hindu, d mana seorang janda mengorbankan dirinya di atas tumpukan kayu yang sudah dibakarbeserta jenazah suaminya atau melakukan bunuh diri dengan cara lain tak lama setelah kematian suaminya.
Menyebutkan praktek ini ditemukan pada abad ke-4 SM. Praktek ini dianggap berasal dalam aristokrasi prajurit di anak benua India, secara bertahap mulai populer dari abad ke-10 dan menyebar ke kelompok lain dari abad ke-12 sampai abad ke-18. Praktek ini sangat lazim di kalangan masyarakat Hindu, yang diamati pada keluarga Sikh aristokrat, dan telah dibuktikan di luar Asia Selatan di sejumlah daerah di Asia Tenggara, seperti di Indonesia dan Champa.
Di bawah kekuasaan Inggris, praktek ini awalnya ditoleransi. Di provinsi Bengal, Sati bahkan dihadiri oleh pejabat pemerintah colonial. Antara 1815 dan 1818, jumlah Sati di provinsi Benggala dua kali lipat dari 378 ke 839.
Kemudian di bawah kampanye menentang praktek Sati oleh misionaris Kristen seperti William Carey dan Brahmana Hindu reformis seperti Ram Mohan Roy, pemerintah provinsi akhirnya melarang Sati di 1829. Hal ini kemudian diikuti oleh hukum yang serupa oleh pihak berwenang di Princely State dari India pada dekade berikutnya, dengan larangan umum untuk seluruh India yang dikeluarkan oleh Ratu Victoria pada 1861. Sedangkan di Nepal, praktek Sati dilarang pada tahun 1920.