18/03/2014
Basmallah itu ungkapan yang sangat romantis. Ada dua makna di sana:
1) Permohonan izin
2) Bukti ketauhidan kita
Kita sadar saat lahir tak bawa apa-apa, lalu nanti mati pun tak bawa apa-apa. Jadi apa yang kita kenakan, gunakan, jalankan saat ini, semuanya bukan punya kita, melainkan ‘pinjaman’ dari Allah.
Kalau kita mampir ke rumah orang lain, butuh alat atau bantuan orang lain, kita pasti mohon izin sebelumnya. Nah, kalau kita mau menikmati rezeki dari Allah, tapi gak ‘laporan’ dulu, rasanya bener-bener gak sopan ya?
Dulu ada lagu dangdut:
“Mau tidur teringat padamu, mau makan teringat padamu, mau apapun teringat padamu, kekasihku…
Kemanapun ada bayanganmu, di manapun ada bayanganmu, di semua waktuku ada bayangmu, kekasihku…”
Intinya, selalu ingat pacar. Romantis ya?
Nah, coba kita ganti:
“Mau tidur teringat pada-Mu, mau makan teringat pada-Mu, mau apapun teringat pada-Mu, Kekasihku…
Kemanapun ada bayangan-Mu, di manapun ada bayangan-Mu, di semua waktuku ada bayang-Mu, Kekasihku…”
Maksudnya, selalu ingat Allah. Lebih romantis kan?
Bukti kita ingat Allah adalah dengan selalu menghadirkan Allah dalam setiap aktifitas kita. Nah, yuk jangan lupa lafazkan… “Bissmillaahirrohmaanirrohiim”