01/02/2016
DEFINISI DAN KEUTAMAAN ILMU
A. DEFINISI
Ilmu adalah berarti lawan (kebalikan) dari kata kebodohan, yaitu mengetahui sesuatu sebagaimana mestinya dengan pengetahuan yang sempurna. Sebagian pakar ilmu mengatakan, “ Sesungguhnya ilmu itu lebih jelas daripada hanya sekedar mengetahui.”
Secara etimologi ilmu adalah pengetahuan secara pasti tentang suatu objek sesuai dengan kenyataannya. Dalam pembahasan ini yang dimaksud adalah ilmu syariat yang secara terminologi adalah segala ilmu yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya berupa keterangan dan petunjuk-petunjuk-Nya.
Agama Allah tegak diatas 2 perkara :
1, ilmu dan bukti-bukti yang nyata
2. peperangan dan senjata
B. KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU
1. Ilmu adalah warisan para Nabi.
ان الانبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما, و انما ورثوا العلم, فمن اخذه اخذ بحظ وافر
“ Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, akan tetapi sesungguhnya merekan mewariskan ilmu. Barangsiapa yang dapat mengambilnya, maka ia telah mengambil untung besar. “ (HR. Abu Dawud dan At Tirmizi)
2. Ilmu itu kekal sedangkan harta itu fana.
Abu Hurairah ra termasuk sahabat yang miskin, pernah terjatuh karena lapar dan bahkan pingsan. Tetapi sampai saat ini namanya masih banyak disebut karena banyaknya hadis yang diriwayatkan darinya. Maka baginya pahala dari setiap orang yang memanfaatikan hadis-hadisnya.
اذ مات الإنسان انقطع عمله إلا من ثلاث, صدقة جارية أو علم بنتفع به أو ولد يدع له
“ Ketika manusia meninggal putuslah segala amal perbuatannya, kecuali tiga perkara; sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak salih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
3. Tidak susah menjaga ilmu.
Harta membutuhkan tenaga dan biaya untuk menjaganya, sedangkan ilmu cukup tanamkan dalam hati untuk menjaganya. Tidak perlu bersusah payah untuk menjaganya, bahkan ilmu yang akan menjaga pemiliknya.
4. Ilmu adalah syahid dalam kebenaran.
“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Ali ‘Imran : 18)
5. Ahli ilmu adalah salah seorang diantara penguasa yang bersih.
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An Nisa’ : 59)
Penguasa disini mencakup para pemimpin, hakim, ulama, dan penuntut ilmu, maka tugas adalah menerangkan syariat Allah dan menuntun manusia kepadanya, sedangkan pemimpin menetapkan dan merealisasikan syariat bagi manusia.
6. Kebaikan ada pada ilmu dan ulama adalah penegak syariat sampai hari kiamat.
مَنْ يُرِدِاللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهُ فِيْ الدِّيْنِ وَ اِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللهُ مُعْطِي, وَلَنْ تَزَالَ هَذِهِ الْأُمَّةِ قَائِمَةٌ عَلَى أَمْرُاللهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ
“ Barangsiapa yang akan diberikan petunjuka kebaikan oleh Allah, niscaya Dia akan menjadikannya mengerti dalam urusan agama. Sesungguhnya aku hanyalah seorang pembagi (penyampai), dan Allah-lah yang Maha Memberi. Maka selama umatku masih berdiri tegak di atas perintah Allah, niscaya tidak akan ada yang mencelakai mereka-siapapun yang berbeda dengan mereka- sampai datangnya perintah Allah SWT.” (HR. Bukhari)
7. Ilmu menjadi salah satu sebab diperbolehkan iri.
لَا حَسَدَ إِلَّا فِيْ اثْنَتَيْنِ : رَجُلٌ أَتَاهُ الله مَالًا فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ فِيْ الْحَقِّ, وَ رَجُلٌ اَتَاهُ الله حِكْمَةً فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَ يُعَلِّمُهَا
“Tidak dibolehkan dengki (hasad) kecuali dalam dua perkara, yaitu orang yang dikaruniai harta oleh Allah lalu ia berikan hartanya itu untuk kebenaran, dan orang-orang yang yang dikaruniai hikmah (ilmu) oleh Allah lalu ia menyelesaikan setiap urusan dengannya dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
8. Pemegang ilmu akan mendatangkan manfaat bagi umat.
مَثَلُ مَا بَعَثَنِيَ اللهُ بِهِ مِنَ الْهُدَى وَ الْعِلْمِ كَمَثَلِ غَيْثَ أَصَابَ أَرْضً فَكَانَ مِنْهَا طَائِفَةٌ طَيِّبَةٌ, قَبِلَتِ الْمَاءَ, فَأَ نْبَتَتِ الْكَلأَ وَ الْعُثْبَ الْكَثِيْرَ, وَ كَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتِ الْمَاءَ, فَنَفَعَ اللهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوْا وَ سُقُوْا وَ زَرَعُوْا, وَأَصَابَ طَاءِفَةً أُخْرَى إِنَّمَا هِيَ قِيْعَانٌ لَا تُمْسِكُ مَاءً وَ لَا تُــنْبِتُ كَلأَ فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِيْ دِيْنِ اللهِ وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِيَ اللهُ بِهِ, فَعَلِمَ وَ عَلَّمَ , وَ مَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعُ بِذَلِكَ رَأْسًا, وَ لَمْ يَقْرَأْ هُدَى اللهِ الَّذِيْ أُرْسِلَتْ بِهِ
“ Perumpamaan apa yang telah diutuskan Allah kepadaku berupa hidayah (petunjuk) dan ilmu adalah, pertama, seperti hujan deras yang mengenai permukaan tanah, maka ada sebidang (tanah) yang baik (subur) mendapatkan air dan menumbuhkan pepohonan dan rerumputan yang banyak. Namun ada p**a tanah yang keras dan menahan air, maka Allah menjadikannya bemanfaat bagi manusia. Adakalanya hujan mengenai sebidang tanah lain yang datar lagi lunak, tidak bisa menahan air dan tidak bisa menumbuhkan pepohonan, maka hal itu seperti orabg yang dapat memahami agama (ajaran) Allah dan dapat memberi manfaat atas apa yang Allah utuskan kepadaku. Lalu ia dapat mengerti dan mengajarkannya. Kedua, seperti orang yang tidak dapat mendongakkan kepalanya. Kemudian ketiga, sepert orang yang tidak bisa menerima hidayah Allah yang telah diutuskan kepadaku (Muhammad).” (HR. Bukhari dan Muslim)
9. Ilmu adalah jalan menuju surga.
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“ Barangsiapa menempuh jalan menuju ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
10. Ilmu adalah cahaya.
Ilmu adalah cahaya penerang yang akan menjadi petunjuk bagaimana cara menyembah Tuhan dan bermuamalah dengan sesama manusia, sehingga hidupnya berdasarkan ilmu dan pengetahuan.
11. Orang yang berilmu akan diangkat derajatnya.
“ Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat...” (QS. Al Mujadilah : 11)
Di dunia Allah akan mengangkat derajatnya sesuai dengan apa yang ia kerjakan, dan di akhirat Allah akan mengangkat derajatnya sesuai dengan dakwah yang dilakukannya kepada manusia dan mengamalkan apa yang ia miliki.