Asyiknya Astronomi (Berita Astronomi)

Asyiknya Astronomi (Berita Astronomi) Informasi seputar dunia Astronomi Berisi informasi-informasi seputar astronmi & berbagi pengetahuan seputar astronomi

Sekedar informasi Gawat, Tanpa Kiamat September pun Manusia Segera Punah!  Sebuah studi yang dilakukan tiga perguruan ti...
21/06/2015

Sekedar informasi

Gawat, Tanpa Kiamat September pun Manusia Segera Punah!

Sebuah studi yang dilakukan tiga perguruan tinggi di Amerika Serikat menyebutkan bumi kini tengah memasuki fase kepunahan baru. Dan hewan bertulang belakang (vertebrates), bahkan termasuk manusia, bisa saja menjadi korban yang pertama memasuki kepunahan itu.

Dalam laporan, yang studinya dipimpin oleh Univesitas Stanford, Princeton, dan Berkeley itu, disebutkan bahwa hewan bertulang belakang menghilang 114 kali lebih cepat dari normal. Penemuan ini juga pernah dilaporkan Duke University tahun lalu.

Salah satu penulis studi baru tersebut mengatakan, “Sekarang ini kita memasuki tahap keenam kepunahan massal,” ujarnya. Kejadian serupa pernah terjadi 65 juta tahun yang lalu., ketika dinosaurus menghilang alias punah.

Temuan mengejutkan itu muncul di tengah ketakutan banyak orang akan hancurnya bumi, bahkan disebut kiamat, pada bulan September nanti akibat ditabrak oleh asteroid--spekulasi yang kemudian dibantah oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Kepunahan hewan dan manusia--diprediksi terjadi tiga generasi lagi--itu otomatis akan menghancurkan kehidupan di bumi. “Jika ini sampai terjadi, butuh jutaan tahun untuk kembali pulih dan beberapa spesies hewan akan kembali hilang dari yang ada saat ini,” kata pimpinan peneliti, Gerardo Ceballos.

Para ilmuwan mempelajari sejarah tingkat kepunahan hewan bertulang belakang melalui catatan-catatan fosil yang tersimpan. Para ilmuwan menemukan tingkat kepunahan baru-baru ini 100 kali lebih tinggi dibanding pada masa-masa ketika bumi tidak mengalami kepunahan massal.

Sejak 1990, laporan studi itu menyebutkan, lebih dari 400 hewan bertulang belakang telah menghilang atau punah. Para ilmuwan mengatakan, kerugian akibat kepunahan ini baru akan terlihat setelah 10 ribu tahun.

Riset, yang dipublikasikan juga dalam jurnal the Science Advances ini, menyebut penyebab kepunahan lantaran perubahan iklim, polusi, serta penggungulan atau kerusakan hutan (deforestation).
Profesor Paul Ehrlich dari Stanford University mengatakan, “Ada beberapa contoh-contoh spesies di muka bumi ini yang saat ini tengah berjalan menuju kematian,” ujarnya.

Yang s**a sama alien :D Mantan Astronot NASA : Alien Tahu Cara Temukan KitaJika alien cerdas ada di luar sana, mereka mu...
17/06/2015

Yang s**a sama alien :D

Mantan Astronot NASA : Alien Tahu Cara Temukan Kita

Jika alien cerdas ada di luar sana, mereka mungkin sudah tahu keberadaan kita.

Hal ini diucapkan oleh mantan astronot, John Grunsfeld, yang hari ini mengatakan bahwa alien mungkin melihat manusia dari jauh lewat perubahan yang kita buat pada lingkungan bumi.

"Kami menempatkan jejek-jejak di atmosfer yang menjamin seseorang dengan teleskop besar yang berjarak 20 tahun cahaya bisa mendeteksi kita," kata Grunsfeld pada Astrobiology Science Conference di Chicago. "Alien dapat melacak manusia dari perubahan lingkungan berdasarkan kondisi atmosfer," ujar mantan astronot NASA itu.

Ada banyak kemungkinan yang menunjukkan keberadaan alien. Grunsfeld mengatakan teknologi harus dimanfaatkan untuk membuktikan makhluk asing.

Dengan demikian, alien bukan lagi hanya menjadi mitos belaka. "Ini hanyalah persoalan waktu, kapan kita membuktikan keberadaannya," kata Direktur Heliofisik NASA Jeffery Newmark di tempat yang sama.

Menurut Newmark, alien bukan lagi digambarkan sebagai makhluk pendek berwarna hijau. Alien kini disamakan dengan mikroba yang ada di bumi.

Pernyataan Grunsfeld dan Newmark dikaitkan dengan berbagai temuan air oleh NASA di tempat-tempat yang mengejutkan. Penelitian terbaru menunjukkan sebanyak 50 persen wilayah di bagian utara Mars pernah memiliki lautan dalam. Air diperkirakan sudah ada di Planet Merah itu sejak 1,2 miliar tahun. Peneliti menyimpulkan dibutuhkan waktu yang sangat panjang dan proses yang rumit untuk membentuk kehidupan.

Temuan lain adalah keberadaan air yang mengandung garam di bulan milik Jupiter, Ganymede. Ada juga lautan yang ditemukan dalam posisi terjepit oleh dua sisi es. Penelitian tersebut dilakukan melalui teleskop Hubble. Bulan Jupiter yang lain, Europa, serta satelit Saturnus, Enceladus, diperkirakan memiliki laut kaya mineral yang membentang di bawah permukaan.

"Penelitian kami sedang dalam kemajuan yang sangat pesat," tutur Direktur Planetarium NASA Jim Green. Dia pun mengatakan ambisinya menemukan kehidupan baru di tata surya. Tahun lalu, NASA memprediksi kehidupan baru akan ditemukan dalam 20 tahun mendatang.

NASA merencanakan proyek ke Mars pada 2020 untuk menganalisis tanda-tanda kehidupan. Sedangkan pada 2030, astronot diharapkan sudah bisa mendarat di planet tersebut.

Waktu Bumi Akan Bertambah Satu Detik Pada 30 Juni NantiTepatnya tanggal 30 Juni 2015, waktu akan ditambahkan satu detik....
17/06/2015

Waktu Bumi Akan Bertambah Satu Detik Pada 30 Juni Nanti

Tepatnya tanggal 30 Juni 2015, waktu akan ditambahkan satu detik. Ini artinya, di penghujung hari di tanggal tersebut, akan ada 61 detik untuk satu menit terakhir.

Ini artinya, ketimbang harus mengatur ulang jam setelah mencapai 59 detik, jam dunia akan terbaca menjadi 23 jam, 59 menit dan 60 detik. Ini merupakan keputusan bersama dari lembaga pengatur waktu dunia.

Badan tersebut, yang diberi nama International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERRSS) mengatakan jika penambahan waktu ini harus dilakukan. Pasalnya, jam berbasis atomik harus disesuaikan dengan rotasi bumi, seperti di lansir dari viva.co.id

IERRSS menyebutnya sebagai 'leap second'. Hal ini terjadi bukanlah yang pertama, melainkan setiap beberapa tahun sekali. Kemunculan penambahan waktu ini terjadi pertama kali pada tahun 1972 dan muncul sebanyak 25 kali sejak tahun tersebut sampai sekarang. F

enomena terbaru akan terjadi tiga tahun lagi dengan mengacu pada waktu bulan depan. Mereka yang perlu mengkhawatirkan penambahan waktu ini adalah para pekerja di Wall Street dan industri yang sensitif dengan perhitungan waktu atau komputerisasi. Pasalnya, diperkirakan akan ada salah perhitungan di komputer yang akan berakibat fatal pada industri.

Amazon, perusahaan teknologi besar di Amerika, mengaku telah bersiap dengan penambahan waktu itu. Mereka mengumumkan telah berencana untuk menggunakan perbedaan waktu sementara, karena sistem yang mereka gunakan hanya menghitung sampai 59 detik, bukan 60 seperti yang akan terjadi 30 Juni nanti.

IERRSS, yang juga disebut sebagai Penjaga Waktu mengatakan jika setiap tahunnya, pergerakan jam selalu sinkron dengan rotasi bumi. Tarikan gravitasi dari matahari dan bulan akan turut mempengaruhi. Ini merupakan hal penting bagi pergerakan waktu, khususnya bagi industri jam yang menggunakan frekuensi atom sebagai mekanisme pergerakan jarum jam.

Dipaparkan IERRSS, di bagian paling atas dari perputaran jam atom adalah 'kisi optik' yang menggunakan atom strontium. Ini dianggap sebagai perhitungan paling baru yang akurat selama 15 miliar tahun, lebih lama dari daur hidup alam semesta.

Di luar laboratorium, caesium dan rubidium adalah mesin utama dari satelit GPS, yang harus mengirimkan sinkronisasi sinyal sehingga penerima navigasi satelit bisa men-triangulasi posisi mereka di bumi.

Di Bumi, komputer untuk Big Data mungkin lebih akurat dari jam atom namun masih membutuhkan penghitungan waktu yang tepat secara internal. Internet, misalnya, mengirim data di seluruh dunia dalam paket kecil yang kemudian digabung bersama dalam mikro-detik.

Beberapa algoritma dalam perdagangan finansial mengandalkan perputaran waktu setiap detiknya untuk meraih keuntungan.

10 Peristiwa Astronomi Paling Menakjubkan Tahun 2015 Versi AstronesiaTahun 2014 akan segera berakhir dan tak lama lagi k...
17/06/2015

10 Peristiwa Astronomi Paling Menakjubkan Tahun 2015 Versi Astronesia

Tahun 2014 akan segera berakhir dan tak lama lagi kita akan memasuki tahun baru 2015 yang juga akan di penuhi dengan fenomena-fenomena astronomi menarik yang tak kalah dengan fenomena astronomi tahun ini.

Dan berikut 10 fenomena astronomi penting di tahun 2015 versi astrØnesia,jangan sampai terlewatkan ya.. :D

1. Melintasnya Asteroid 357439 (2004 BL86) - (2 Januari 2015)

Asteroid ini akan melintas dekat Bmi pada jarak 3,1 jarak Bumi-Bulan. Asteroid 357439 (2004 BL86) mempunyai diameter 400 m - 1 km.

2. NASA Dawn Tiba Di Ceres (Februari 2015)

Wahana antariksa NASA Dawn akan tiba di planet kerdil Ceres pada suatu hari di bulan Februari. Ceres adalah objek terbesar di sabuk asteroid yang terletak antara Mars dan Jupiter. Karena ukuran dan bentuknya, objek ini secara resmi diklasifikasikan sebagai planet kerdil, yang menempatkannya dalam kategori bersama Pluto. Dawn akan menghabiskan beberapa bulan untuk mempelajari Ceres dan akan mengirim gambar dekat pertama dari planet kerdil di tata surya kita.

3. Munculnya Minimoon (5 Maret 2015)

Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga Bulan akan sepenuhnya terang seperti yang terlihat dari Bumi. Bulan purnama ini dikenal oleh suku asli Amerika sebagai Full Worm Moon karena ini adalah saat ketika tanah mulai melunak dan cacing tanah akan kembali muncul. Bulan ini juga telah dikenal sebagai Minimoon, Full Crow Moon, Full Crust Moon dan Full Sap Moon. Disebut Minimoon karena purnama ini terjadi saat bulan berada di Apogee, berjarak 406.386 km dari Bumi.

4. Gerhana Matahari Total (20 Maret 2015)

Sebuah gerhana matahari total terjadi ketika bulan benar-benar mengalangi Matahari, memperiatan atmosfer luar matahari indah yang dikenal sebagai korona. Jalur totalitas akan dimulai di tengah Samudra Atlantik dan bergerak ke utara melintasi Greenland dan ke Siberia Utara. Sementara gerhana parsial akan terlihat di Islandia, Eropa, Asia Timur dan Barat laut Afrika.

5. Gerhana Bulan Total (4 April 2015)

Sebuah gerhana bulan total terjadi ketika Bulan melewati bayangan gelap bumi atau umbra. Saat terjadi gerhana jenis ini, Bulan secara bertahap akan terlihat lebih gelap dan kemudian berwarna merah berkarat atau darah. Gerhana akan terlihat di sebagian besar Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia Timur, dan Australia. Kemungkinan Indonesia juga.

6. Wahana New Horizons Tiba Di Pluto (14 Juli 2015)

Wahana New Horizons dijadwalkan tiba di Pluto setelah melakukan perjalanan selama 9 setengah tahun. Diluncurkan pada tanggal 19 Januari 2006, ini akan menjadi pesawat ruang angkasa pertama yang mengunjungi Pluto. New Horizons akan memberi kita pandangan dekat pertama dari planet kerdil dan bulannya ini. Setelah melewati Pluto, pesawat ruang angkasa akan melanjutkan pejalanan ke sabuk Kuiper untuk memeriksa beberapa objek es lainnya di tepi tata surya.

7. Munculnya Bluemoon (31 Juli 2015)

Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga Bulan akan sepenuhnya terang seperti yang terlihat dari Bumi. Karena ini adalah bulan purnama kedua dalam 1 bulan , maka dikenal sebagai bulan biru. Fenomena langka ini hanya terjadi sekali setiap beberapa tahun, sehingga menimbulkan istilah, "sekali dalam bulan biru."

8. Gerhana Matahari Parsial (13 September 2015)

Sebuah gerhana matahari parsial terjadi saat Bulan menutupi hanya sebagian dari Matahari, kadang-kadang menyerupai gigitan kue. Gerhana parsial ini hanya akan terlihat di bagian selatan Afrika, Madagaskar, dan Antartika.

9. Supermoon 2015 (28 September 2015)

Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga Bulan akan sepenuhnya terang seperti yang terlihat dari Bumi. Bulan purnama ini dikenal oleh suku asli Amerika sebagai Full Corn Moon karena ini adalah saatnya panen jagung tahun ini. Bulan ini juga dikenal sebagai Harvest Moon. Harvest Moon adalah bulan purnama yang terjadi paling dekat dengan equinox September setiap tahun. Dan bulan ini juga akan menjadi Supermoon tahun ini karena terjadi saat bulan berada pada Perigee, berjarak 356.877 km dari Bumi. Dan bahkan terjadi gerhana juga saat Supermoon ini. Bisa di bilang wooow!!

10. Gerhana Bulan Total (28 September 2015)

Sebuah gerhana bulan total terjadi ketika Bulan melewati bayangan gelap bumi atau umbra. Saat terjadi gerhana jenis ini, Bulan secara bertahap akan terlihat lebih gelap dan kemudian berwarna merah berkarat atau darah. Gerhana akan terlihat di sebagian besar Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Afrika, dan Asia Barat. Huhu... Indonesia ga kebagian :(

16/06/2015

Aktif lagi :D

Selamat siang sahabat astronomi ^^

23/06/2013

Supermoon

8 Fakta Unik Tentang Planet VenusAstronesia-Venus,  planet kedua dari matahari, menyimpan  keanehan dalam banyak hal.Tan...
01/04/2013

8 Fakta Unik Tentang Planet Venus


Astronesia-Venus, planet kedua dari matahari, menyimpan keanehan dalam banyak hal.Tanpa basa-basi lagi, berikut adalah 10 besar hal-hal aneh tentang planet Venus.

1 Gunung Api di Venus

Gunung api di Venus paling banyak di antara planet-planet di tata surya. Para astronom mengetahui lebih dari 1.600 gunung berapi di permukaan,tetapi mungkin lebih banyak lagi gunung berapi yang mungkin terlalu kecil untuk kita lihat.Para ilmuwan berpikir sebagian besar tidak aktif, meskipun segelintir mungkin masih aktif.

2. Hari Lebih Lama Daripada Tahun

Sehari di Venus berlangsung 243 hari di Bumi (itulah lama Venus untuk membuat satu rotasi),sementara tahun pada Venus (periode revolusinya mengelilingi matahari) yang lebih pendek, hanya 224,7 hari di Bumi.

3.Kembaran Bumi?

Dari semua planet di tata surya, Venus adalah planet yang paling kembar dengan Bumi.Ukurannya hampir sama dan komposisi Venus 'yang sebagian besar sama seperti Bumi.Orbit Venus juga yang paling dekat dengan Bumi dari setiap planet di tata surya. Kedua planet ini juga memiliki permukaan yang relatif muda, dan keduanya memiliki atmosfer tebal dengan awan (Namun, awan Venus 'sebagian besar terbuat dari asam sulfat yang beracun).

4. Neraka Di Venus

Karena sebagian besar dari atmosfer Venus yang terbuat dari karbon dioksida, efek rumah kaca yang ekstrim sebabkan pemanasan permukaan Venus. Suhu di sana dapat mencapai 870 derajat Fahrenheit panas (470 derajat Celcius).

"Permukaan cukup panas untuk melelehkan besi karena efek rumah kaca," kata Sue Smrekar, seorang ilmuwan di Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California, dalam sebuah pernyataan.

5.Tekanan Yang Ekstrim

Tekanan udara di permukaan Venus yang ekstrim - sekitar 90 kali lebih tinggi dari tekanan di permukaan di Bumi. Dengan kata lain, tekanan pada Venus hampir sama dengan tekanan air di Bumi sekitar setengah mil (1 km) di bawah laut.

6.Planet Paling Terang

Sementara Venus bukan termasuk planet terbesar di tata surya, karena kedekatannya dengan Bumi membuatnya paling terang dari planet-planet di langit. Hal ini juga memenuhi syarat sebagai obyek kedua paling terang di langit malam,setelah bulan.

7. Angin Yang Kencang

Angin menggesek di Venus Karena Venus mengorbit matahari dalam orbit Bumi, planet ini tampaknya memiliki fase seperti bulan. Ketika Venus adalah di sisi berlawanan dari matahari, itu adalah dalam fase penuh, sementara itu muncul dalam fase baru ketika itu adalah antara bumi dan matahari.
8. Fase Venus

Karena Venus mengorbit matahari dalam orbit Bumi, planet ini tampaknya memiliki fase seperti bulan. Ketika Venus di sisi berlawanan dari matahari, itu adalah dalam fase penuh, sementara jika muncul dalam fase baru dia berada antara bumi dan matahari.

Orang pertama yang menyaksikan fase ini adalah Italia astronom Galileo Galilei tahun 1610.

01/04/2013

Fakta Unik seputar Astronomi

OBJEK TERBESAR DI TATA SURYA – Matahari adalah objek paling besar dalam tata surya kita dengan diameter (pada equator) sepanjang 1.392.140 km. Urutan kedua ditempati oleh planet Jupiter dengan diameter 142.984 km. Di urutan berikutnya berturut-turut adalah Saturnus (120.536 km), Uranus (51.118 km), dan Neptunus (49.600 km). Bumi kita menempati urutan ke-6 dalam daftar ini dengan diameter 12.756 km, disusul oleh Venus (12.103 km) dan Mars (6.794 km). Urutan ke-9 dan ke-10 diduduki oleh dua buah satelit alam masing masing Ganymede, satelit Jupiter (5.262 km) dan Titan, satelit Saturnus (5.150 km).

SATELIT ALAM TERBESAR – Ganymede dan Titan merupakan satelit alam (bulan) terbesar dalam tata surya kita. Berikutnya berturut-turut disusul oleh Callisto (Jupiter/4.820 km) dan Io (Jupiter/3.632 km). Bulan kita menempati peringkat kelima dengan diameter 3.475 km. Sementara itu, Europa (Jupiter/3.126 km),Triton (Neptunus/2750 km), dan Titania (Uranus/1.580 km) menyusul di urutan selanjutnya. Daftar ini ditutupdengan Rhea (Saturnus/1.530 km) dan Oberon (Uranus/1.516 km) masing-masing di urutan ke-9 dan 10.

ANOMALI VENUS – Venus berotasi pada sumbunya sedemikian lambat, bahkan lebih lambat daripada periode orbitnya. Akibatnya satu tahun disana adalah lebih pendek daripada satu harinya (sehari di Venus setara dengan 243 hari di Bumi, sementara satu tahun Venus setara 225 hari Bumi). Disamping itu Venus diketahui berotasi dari arah timur ke barat, kebalikan dari planet-planet lain di tata surya kita yang berotasi dari barat ke timur, karena itu di Venus matahari terbit dari arah barat dan terbenam di timur.

SATELIT ALAM – Diantara kesemua planet anggota tata surya, hanya Bumi yang mempuyai satu-satunya satelit alam. Sementara itu, dua planat diantaranya, yakni Merkurius dan Venus sama sekali tidak memiliki satelit. Planet-planet bagian luar di tata surya umumnya kaya akan satelit alam. Hingga kini, telah diketemukan puluhan satelit alam yang mengedari planet Jupiter, Saturnus dan Uranus. Tidak semua satelit alam berbentuk bundar, tipikal sebuah planet. Kedua satelit Mars, Phobos dan Deimos serta satelit-satelit kecil yang mengedari Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus diketahui memiliki bentuk yang tidak beraturan

SUMBU ROTASI – Planet Uranus memiliki kemiringan sumbu rotasi sebesar 98º. Hal ini menyebabkan kutub utaranya menunjuk ke bawah bidang garis edarnya. Karenanya permukaan planet di kedua kutub memiliki malam yang lamanya setara dengan 21 tahun di Bumi.

SUHU PALING EKSTREM – Planet dengan temperatur paling ekstrem dalam tata surya kita ialah Merkurius. Temperatur siang hari disana mencapai hingga 427ºC, cukup panas untuk melelehkan logam seng. Di malam hari, temperatur turun hingga -183ºC, cukup dingin untuk membekukan krypton. Selain itu Merkurus tercatat sebagai planet yang letaknya paling dekat dengan Matahari

PLANET TERPANAS – Walaupun Merkurius adalah planet terdekat dari Matahari, namun rekor sebagai planet terpanas justeru dipegang oleh Venus dengan suhu mencapai 482°C. Hal ini ditengarai akibat efek “rumah kaca” dari atmosfir Venus yang kaya akan unsur Karbon Dioksida

PLANET PALING CEMERLANG – Apabila Jupiter dan Bumi dilihat dari jarak yang sama, maka Jupiter akan terlihat 164 kali lebih cemerlang. Dilihat dari Bumi, panet yang paling cemerlang adalah Venus dengan magnitudo -4,4.

BINTANG TERDEKAT – Bintang terdekat dari Bumi kita ialah Proxima Centauri. Bintang sejauh 4,23 tahun cahaya ini terlalu redup untuk bisa dilihat dengan mata telanjang. Bintang terdekat yang dapat dilihat dengan mata telanjang adalah Alpha Centauri (4,4 tahun cahaya) yang terlihat sebagai bintang paling terang pada rasi Centaurus di langit belahan selatan

BINTANG TERMUDA – 2 Protostar (calon bintang) yang dikenal sebagai IRAS-4 yang berada di dalam Nebula NGC 1333, 1.100 tahun cahaya dari Bumi adalah bitang termuda yang diketahui manusia. Keduanya baru akan mencapai fase stabil sebagai sebuah bintang setidaknya dalam 100.000 tahun mendatang.

BINTANG TERTUA – 70 bintang yang ditemukan oleh sebuah tim astronom yang dipimpin oleh Timothy Beers (Amerika Serikat) diyakini sebagai bintang paling tua di galaksi Bimasakti. Bintang-bintang tersebut diperkirakan telah terbentuk pada sekitar 1 milyar tahun setelah peristiwa big bang (ledakan besar yang mengawali terbentuknya alam semesta).

BINTANG TERBESAR – Betelgeuse (Alpha Orionis) adalah bintang terbesar yang diketahui hingga sejauh ini. Bintang sejauh 430 tahun cahaya ini memiliki diameter 980 juta km atau 700 kali diameter matahari. Bintang ini terlihat dengan mata telanjang sebagai sebuah bintang berwarna kemerahan di rasi Orion.

BINTANG PALING CEMERLANG – Sebuah bintang yang disebut Pistol yang ditemukan oleh teleskop antariksa Hubble pada Oktober 1997 adalah bintang paling cemerlang yang diketahui. Cahayanya sekitar 10 juta kali lebih cemerlang dari matahari. Perhitungan oleh para astronom menunjukkan bahwa energi yang dipancarkannya dalam 6 detik setara dengan energi yang dipancarkan oleh Matahari selama satu tahun.

METEORIT TERBESAR – Pecahan meteorit berukuran antara 2,4 – 2,7 m yang ditemukan di Hoba West, dekat Grossfontein, Namibia pada tahun 1920 diduga merupakan meteorid terbesar yang pernah jatuh ke Bumi dan tercatat oleh manusia. Pecahan meteorid tersebut berasal dari sebuah meteorit tunggal yang beratnya diperkirakan mencapai 59 ton.

HUJAN METEOR TERBESAR – Hujan Meteor Leonid yang terjadi tanggal 16-17 November 1966 dan terlihat di Amerika Utara bagian barat hingga Rusia bagian timur merupakan hujan meteorid terbesar yang pernah tercatat. Meteor yang melintas di wilayah Arizona tercatat mencapai 2.300 meteor per menit selama 20 menit.

KOMET TERBESAR – Komet Centaur 2060 Chiron yang ditemukan tahun 1977 merupakan komet terbesar yang diketahui dengan diameter 182 km.

ASTEROID TERBESAR – 1 Ceres dengan diameter 941 km merupakan asteroid terbesar. Selain itu, asteroid ini juga tercatat merupakan asteroid yang pertama kali ditemukan.

ASTEROID TERKECIL – Rekor sebagai asteroid terkecil dipegang oleh asteroid 1993KA2. Asteroid yang ditemukan tahun 1993 ini hanya berdiameter 5 m.

GERHANA MATAHARI TERLAMA – Secara teori, gerhana matahari dapat berlangsung maksimal selama 7 menit 31 detik. Gerhana matahari terlama yang pernah tercatat terjadi di Filipina dengan durasi 7 menit 8 detik. Gerhana matahari selama 7 menit 29 detik diperkirakan akan terjadi di tengah samudera Atlantik pada tanggal 17 Juli 2186.

KONSTELASI TERBESAR – Hydra (Naga Laut) merupakan konstelasi (rasi bintang) terbesar. Konstelasi ini menutupi area seluas 1.302,844º persegi atau mencakup 3,16% dari seluruh langit dan beranggotakan setidaknya 68 bintang yang dapat dilihat dengan mata telanjang.

KONSTELASI TERKECIL – Crux Australis (Salib Selatan) adalah konstelasi terkecil di langit. Ia hanya mencakup area seluas 68,477º persegi atau sekitar 0,16% dari seluruh langit.

OBJEK PALING CEMERLANG – Quasar HS1946+7658 adalah objek paling cemerlang di jagat raya. Objek ini setidaknya 1,5 x 1015 kali lebih cemerlang dari Matahari kita

OBJEK TERDINGIN – Nebula Boomerang, sebuah kabut debu dan gas yang terletak sejauh 5000 tahun cahaya dari Bumi dipercayai sebagai objek paling dingin. Temperaturnya diperkirakan berkisar pada -270ºC (-454ºF)

TELESKOP TERBESAR – Teleskop terbesar di dunia saat ini adalah sepasang teleskop kembar berdiameter 10 m yang digunakan di Observatorium W.M. Keck di Mauna Kea, Hawaii. Lensa masing-masing teleskop seberat 300 ton itu terdiri dari 36 buah cermin berbentuk segi enam yang digabungkan menjadi sebuah cermin pemantul (reflektor).

Astronom Temukan Cara Baru Deteksi Kehidupan di Planet LainSebuah tim yang terdiri dari beberapa astronom Belanda mengun...
31/03/2013

Astronom Temukan Cara Baru Deteksi Kehidupan di Planet Lain

Sebuah tim yang terdiri dari beberapa astronom Belanda mengungkapkan bahwa dengan teleskop baru yang mereka gunakan, mereka dapat mengetahui dan mendeteksi tanda-tanda kehidupan lain di luar Bumi pada planet yang mengorbit bintang lain selain Matahari kita. Walaupun bintang selain Bumi yang terdekat dengan kita memiliki jarak yang juga sangat jauh, namun tanda-tanda itu bisa dideteksi dari aktivitas biologis berupa gas yang berada di atmosfer planet yang bersangkutan. Zat atau gas tersebut disebut dengan gas Biomarker.

Ide ini awalnya sudah ada sejak tahun 1960-an dan saat ini untuk pengamatannya digabungkan dengan teleskop flux berbiaya rendah yang berbasis di Bumi untuk mengukur oksigen pada atmosfer eksoplanet. Studi tentang hal ini akan diterbitkan dalam jurnal astrofisika pada 20 Februari mendatang.

Pada Bumi, aktivitas Bumi dari luar atmosfer bisa dideteksi dengan menganalisa atmosfer Bumi yang seperlimanya terdiri dari molekul oksigen yang hanya muncul sebagai hasil dari aktivitas biologis seperti fotosintesis tumbuhan. Dengan begitu hal seperti ini juga bisa dterapkan pada planet lain nan jauh di sana.

Hal ini tentunya sangat menantang sekali dan untuk pengukuran yang lebih maksimal diperlukan teleskop canggih space based (teleskop berbasis di luar angkasa) sebab lapisan ozon atau lapisan oksigen Bumi akan menghambat dan mengganggu proses pengukuran secara akurat. Namun hal tersebut kembali terhambat dengan kebutuhan dana yang sangat besar.

Tim astronom Belanda yang meluncurkan konsep baru tersebut mengungkapkan bahwa untuk melakukan pengukuran dan identifikasi tidak perlu harus pergi ke luar angkasa. Caranya yaitu dengan memisahkan molekul oksigen dari sebuah planet ekstrasurya dengan molekul oksigen Bumi kita sendiri untuk kemudian diukur dengan tepat panjang gelombangnya dan seberapa besar penyerapannya. Hal itu diungkapkan oleh Ignas Snellen selaku penulis utama studi tersebut.

Dengan cara ini teleskop tidak harus berada di luar angkasa dan lebih menghemat biaya. Metode ini sudah diuji coba menggunakan teleskop Very Large Telescope (VLT) di Chile pada sebuah eksoplanet seukuran Jupiter yang mengorbit sebuah bintang dan ditemukan karbon monoksida pada atmosfernya. Dibutuhkan teleksop yang lebih besar untuk mendeteksi tanda-tanda kehidupan di suatu planet yang lebih jauh dan kemungkinan hal itu dapat dilakukan dengan akan dibangunnya E-ELT atau European Extremely Large Telescope yang akan 25 kali lebih baik hasilnya daripada VLT.

Kisah Mengerikan yang Harus Dihadapi para Astronot Berawal dari peluncuran satelit sebesar bola basket pada 4 Oktober 19...
26/02/2013

Kisah Mengerikan yang Harus Dihadapi para Astronot

Berawal dari peluncuran satelit sebesar bola basket pada 4 Oktober 1957, Sputnik 1, Uni Soviet memulai apa yang disebut sebagai "Space Age" yang mengubah dunia. Sejak saat itulah, penjelajahan luar angkasa dilakukan, termasuk mengirim manusia ke luar bumi.
Tak semua misi berhasil, beberapa di antaranya berujung tragedi. Lupakan soal campur tangan alien, meninggalkan atmosfer Bumi sendiri sudah berbahaya.

Ada sejumlah episode mengerikan, aneh, dan tidak masuk akal yang terjadi. Berikut sejumlah cerita mengerikan yang terjadi di luar angkasa:

1. Bangkai mahluk hidup di luar angkasa

Sebelum akhirnya berhasil mengirimkan para kosmonot dan astronot, eksplorasi luar angkasa mengorbankan banyak nyawa binatang. Monyet, anjing, dan simpanse.

Sementara ide mengorbankan hewan di "altar" ilmu pengetahuan mungkin tidak tepat, namun fakta ada banyak hewan jenis simian dan canine yang mati di luar angkasa menjadi cerita mengerikan.

Ini menimbulkan banyak teori bahwa mungkin ada lusinan hewan yang menjadi mumi yang hingga saat ini masih membuat putaran orbit. Hal yang sama bisa jadi juga menimpa manusia.


2. Risiko jadi makanan serigala

Tak hanya ketika menembus atmosfer, para penjelajah luar angkasa juga menghadapi risiko saat mendarat ke bumi. Seperti yang dialami Alexei Leonov, kosmonot Uni Soviet.Pada 18 Maret 1965, ia berhasil menjadi manusia pertama yang berjalan kaki di luar angkasa atau extra-vehicular activity (EVA).

Karena mengalami kebocoran udara dan sejumlah material yang kaku, ia buru-buru masuk kembali ke dalam kapsulnya. Sebuah usaha yang susah payah, karena ia harus menurunkan tekanan pakaian luar angkasanya dan risiko berebut masuk dalam kapsul.

Saat pesawat berhasil kembali ke Bumi, ia mendarat di Pegunungan Ural, di mana Leonov dan komandannya dipaksa menunggu pas**an penyelamat di tengah lolongan serigala lapar.


3. Toilet mengerikan

Pada 5 Mei 1961, Alan Shepard memakai popok dewasa saat mengangkasa menggunakan Freedom 7. Namun, fasilitas kamar mandi di pesawat Apollo jauh lebih buruk, sebelum perbaikan signifikan dilakukan. Dalam misi Mercury, Gemini, dan Apolo, para kru secara faktual mengenakan kapsul.

Mereka hidup di tempat duduk mereka, melakukan segala sesuatu yang personal di sana, seperti makan, tidur, buang air kecil, apapun. Urin dikumpulkan dalam wadah yang menempel pada tubuh, kantong mirip kondom yang punya tiga pilihan: kecil, sedang atau besar.

Untuk buang air besar, para astronot pertama menempelkan tas plastik pada bagian bokong. Saat selesai membuang hajat, ia akan menutup tas tersebut, meremas-remasnya, mencampur cairan pembunuh bakteri dengan kotoran di dalamnya. Meski dalam kacamata para insinyur ini adalah cara efektif, namun untuk para astronot, sangat mengerikan.


4. Dekompresi

Ini adalah salah satu fakta mengerikan dalam perjalanan luar angkasa. Dekompresi. Semua kru Soyuz 11 yang berjumlah tiga orang, Vladislav Volkov, Georgi Dobrovolski dan Viktor Patsayev, tewas akibat penurunan tekanan ketika mempersiapkan diri untuk kembali ke bumi. Ini adalah kematian pertama manusia yang terjadi di luar angkasa.

Sebelumnya, seorang teknisi Johnson Space Center, Houston menceritakan pengalamannya mengalami dekompresi ketika berada di ruangan hampa udara. Ingatan terakhirnya sebelum kesadaran adalah sensasi kelembaban dalam lidahnya mulai mendidih.

Hingga saat ini belum ada kesepakatan di kalangan ilmuwan tentang gejala dekompresi mendadak, namun ada di antara kemungkinan itu adalah daging yang membengkak, darah yang menguap, bola mata pecah, dan paru-paru meledak.

Panorama M69NASA / ESA Hubble Space Telescope berhasil memfoto cluster globular Messier 69 (M69), koleksi padat bintang-...
22/02/2013

Panorama M69

NASA / ESA Hubble Space Telescope berhasil memfoto cluster globular Messier 69 (M69), koleksi padat bintang-bintang tua. . M69 terletak 29.700 tahun cahaya di konstelasi Sagitarius (Archer).

Panorama 3 Galaksi SpiralTeleskop Canada-France-Hawaii yang terletak di atas puncak Mauna Kea saat melihat tiga galaksi ...
22/02/2013

Panorama 3 Galaksi Spiral

Teleskop Canada-France-Hawaii yang terletak di atas puncak Mauna Kea saat melihat tiga galaksi spiral , NGC 4216/06/22 di cluster Virgo,. Gambar dirilis Oktober 2012.

Address

Jalan Stasiun Pabuaran
Subang
41262

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Asyiknya Astronomi (Berita Astronomi) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category