Otomotif

Otomotif Saya Seorang Kapiten

Pernah nggak sih, pas sampean lagi kejebak macet di atas motor matic kesayangan, pandangan kalian kosong lalu tanpa seng...
16/08/2026

Pernah nggak sih, pas sampean lagi kejebak macet di atas motor matic kesayangan, pandangan kalian kosong lalu tanpa sengaja menatap logo di setang kemudi? Yap, lingkaran bulat dengan tiga besi bercabang yang saling menyilang. Bagi yang belum tahu, itu adalah gambar garpu tala—alat penala nada untuk musik.

Di sinilah letak absurdnya. Bagaimana bisa pabrikan motor raksasa yang suara knalpotnya bising bin gahar, justru logonya garpu tala? Jawabannya ada pada sejarah banting setir paling legendaris yang dilakukan pria bernama Torakusu Yamaha.

Mari kita sepakati satu hal: hidup Torakusu adalah definisi nyata dari kalimat “jalanin dulu aja, pusingnya belakangan.”

Dari Tukang Servis Jam ke Orgen Rusak SD Cinjo

Kisah ini dimulai jauh sebelum motor RX-King merajai jalanan Indonesia. Torakusu Yamaha lahir, 20 April 1851 di Jepang. Begitu beranjak dewasa, ia mencoba peruntungan hidup dengan membuka usaha jual-beli sekaligus reparasi jam tangan. Sayangnya, sepi peminat, karenanya Torakusu mengambil langkah ekstrem: banting setir jadi tukang servis peralatan medis.

Untuk melancarkan bisnis barunya itu, ia pindah ke kota kecil bernama Hamamatsu. Di sinilah takdir mulai bercanda dengan hidup Torakusu.

Sumber: https://jisprokota.com/sejarah-lengkap-yamaha-garputala/
Penulis: Jispro

Penasaran kenapa logo motor Yamaha berbentuk garpu tala? Yuk, intip sejarah absurd nan inspiratif Torakusu Yamaha yang gemar banting setir!

Kalau kalian sering terjebak di belakang truk tronton di tanjakan jalur Gumitir, Jember, sekaligus menghirup aroma solar...
16/08/2026

Kalau kalian sering terjebak di belakang truk tronton di tanjakan jalur Gumitir, Jember, sekaligus menghirup aroma solar yang baunya semerbak, jangan misuh-misuh atau mengumpat dulu. Meski tronton itu tidak kuat di jalur tanjakan, sebaiknya kalian berterima kasih dan mendoakan, Rudolf Christian Karl Diesel.

Berkat dialah, mesin diesel yang berbahan bakar solar itu, ada. Sebelumnya, dunia industri dan otomotif memakai mesin uap yang ribetnya minta ampun. Namun, hidup bapak yang biasa disapa Rudolf Diesel ini, tidak segagah dan setangguh mesin ciptaannya.

Hidupnya penuh kejutan perubahan (plot twist), dari imigran, kerja rodi, sukses, sampai akhir hayatnya lebih misterius dari kasus kopi sianida. Mari kita telisik kisah hidup sang jenius yang ciptaannya bisa menggerakkan roda ekonomi dunia ini.

Si Jenius yang Terusir Perang

Lahir di Paris, Prancis, 18 Maret 1858, Rudolf kecil sebenarnya anak skena Parisian (Anak Paris yang mandiri, disiplin). tapi, nasibnya tidak seindah drama Emily in Paris. Keluarganya adalah imigran Jerman pengrajin kulit.

Kecerdasannya tercium sejak dini. Bayangkan, di usia 20 tahun-saat kita masih bingung bikin judul skripsi, Rudolf Diesel sudah menyabet medali perunggu dari Société pour l’Instruction Élémentaire, juara dalam lomba karya ilmiah.

Hidup kadang s**a bercanda. Perang Prancis-Prusia (1870–1871) pecah. Sentimen anti-Jerman di Prancis memanas. Keluarga Diesel dipaksa angkat kaki. Mereka kabur pindah ke London, Inggris. Sementara Rudolf Diesel muda merantau sendirian ke Augsburg, Jerman, numpang di rumah paman dan bibinya demi sekolah.

Di Jerman, otak Rudolf Christian Karl Diesel, makin encer, lulus dengan nilai summa cm laude (rengking di zaman itu) dari Politeknik Bavaria di München (sekarang TU Munich), Jerman

Sumber: https://jisprokota.com/kisah-tragis-rudolf-diesel-bapak-mesin-diesel-yang-matinya-masih-jadi-misteri/
Penulis: Jispro

JisproKota.com - Kalau kalian sering terjebak di belakang truk tronton di tanjakan jalur Gumitir, Jember, sekaligus menghirup aroma solar yang baunya

Membahas transportasi di Indonesia, motor bukan hanya alat pindah dari titik A ke titik B. Motor adalah anggota keluarga...
05/08/2026

Membahas transportasi di Indonesia, motor bukan hanya alat pindah dari titik A ke titik B. Motor adalah anggota keluarga, teman kondangan, kawan menerjang macet, hingga simbol status sosial. Jalanan kita adalah bukti nyata, betapa banyaknya pilihan kuda besi yang pernah—dan masih—mengaspal di Nusantara.

Mungkin sampean hanya familiar pada dua atau tiga merk. Padahal, jika kita buka buku sejarah otomotif Indonesia, ada puluhan merk yang pernah mencoba peruntungan. Mari kita bedah satu per satu, dari pabrikan “Big Four” Jepang yang dominasinya nyaris tak tergoyahkan, hingga merk-merk yang sempat menghiasi garasi rumah kita.

Sang Penguasa Aspal: Dominasi Jepang

Tak bisa dimungkiri, motor Jepang adalah nyawa dari lalu lintas kita. Sejarahnya dimulai dari Suzuki yang didirikan Michio Suzuki pada 1955. Meski awalnya Suzuki merambah dunia motor dari inovasi mesin tenun dan kesuksesan Diamond Free di ajang balap tahun 1953, mereka masuk ke Indonesia di bawah payung PT Suzuki Indomobil Motor. Dengan reputasi “kenaikan yang lambat tapi pasti,” Suzuki punya tempat tersendiri di hati penggemar motor underbone dan sport.

sejarah dan daftarmerk sepeda motor di Indonesia, mulai dari era kejayaan motor Jepang hingga fenomena motor China yang pernah populer.

Dunia permotoran di Indonesia itu ibarat drama sinetron kejar tayang: penuh intrik, banyak pilihan, dan kadang bikin sal...
05/08/2026

Dunia permotoran di Indonesia itu ibarat drama sinetron kejar tayang: penuh intrik, banyak pilihan, dan kadang bikin salah paham. Kita semua pasti pernah berada di persimpangan jalan ketika ingin meminang kuda besi tersebut. Antara pengen gaya biar dikira anak senja, atau sekadar butuh kendaraan yang bisa diajak kompromi macet-macetan tanpa bikin sakit pinggang.

Sebelum sampean memutuskan membeli motor dan menyesal di kemudian hari, mari kita bedah satu per satu tipe motor yang beredar di jalanan tanah air. Dari yang posisi duduknya bikin pegal sampai yang tinggal gas tanpa perlu pusing mikir oper gigi.

1. Motor Sport: Definisi “Gaya Dulu, Urusan Pinggang Belakangan”

Kalau Anda melihat seseorang di jalan dengan posisi tubuh membungkuk ekstrem, seolah sedang mengejar layangan putus, jangan buru-buru menertawakan. Bisa jadi dia sedang mengendarai motor sport. Tipe ini memang diciptakan khusus untuk mereka yang haus kecepatan.

Desainnya dirancang aerodinamis dengan posisi kaki yang agak ke belakang, tujuannya cuma satu: membelah angin. Bayangkan Anda sedang melesat di sirkuit, padahal cuma mau beli bubur ayam di depan kompleks. Contoh motor tipe ini yang cukup ikonik di Indonesia adalah Honda CBR 250, Honda CBR 150R, hingga si legendaris Kawasaki Ninja. Kalau Anda tidak keberatan punggung terasa mau copot demi penampilan “balap-able”, silakan ambil tipe ini.

Sumber: https://jisprokota.com/panduan-kasta-motor/
Penulis: Jispro

Bingung pilih motor? Simak panduan lengkap tipe motor mulai dari sport, bebek, hingga matic dengan gaya bahasa santai dan jenaka di sini.

05/08/2026

Membicarakan Bugatti itu ibarat membicarakan saldo rekening para sultan: angkanya sering kali bikin kepala kaum mendang-mending pusing. Di saat kita masih mikir dua kali untuk checkout barang di keranjang marketplace, pabrikan asal Prancis ini dengan santainya merilis Bugatti Centodieci. Ini bukan mobil sport biasa, tapi hypercar eksklusif yang harganya ditaksir mencapai 9 juta USD atau 8 juta Euro—kasarnya sekitar Rp130 sampai Rp147 miliar!

Lebih gilanya lagi, di balik harganya yang setara APBD sebuah kabupaten kecil itu, Bugatti hanya memproduksi 10 unit saja untuk seluruh dunia. Hasilnya bisa ditebak: seluruh unitnya sudah ludes terjual diborong para miliarder bahkan sebelum mobil ini benar-benar masuk dapur produksi. Mari kita bedah, apa sih yang bikin mobil ini sebegitu spesialnya?

Nostalgia 1991 yang Dibawa ke Abad 21

Secara bahasa, “Centodieci” diambil dari bahasa Italia yang berarti 110. Angka ini bukan sekadar nomor cantik, melainkan perayaan ulang tahun ke-110 sang pendiri, Ettore Bugatti, sekaligus peluncuran ulang tahun ke-110 merek tersebut.

Namun, lebih dari itu, Centodieci adalah bentuk penghormatan (tribute) kepada Bugatti EB110, hypercar legendaris mereka yang rilis pada tahun 1991. Pada masanya, EB110 adalah salah satu mobil paling inovatif dengan desain futuristis dan performa mesin ekstrem. Semangat revolusioner dari era 90-an inilah yang dihidupkan kembali, namun dikemas dengan teknologi, estetika, dan standar aerodinamika abad 21 yang jauh lebih buas.

Sumber: https://jisprokota.com/bugatti-centodieci-hypercar-eksklusif-termahal/
Penulis: Jispro

Jispro – Setiap hari kita melihat jutaan sepeda motor berseliweran di jalanan. Dari motor matic andalan emak-emak ke pas...
27/07/2026

Jispro – Setiap hari kita melihat jutaan sepeda motor berseliweran di jalanan. Dari motor matic andalan emak-emak ke pasar, sampai motor kopling bongsor tunggangan para ngabers. Tapi, pernahkah sesekali saat memanaskan mesin motor di pagi hari, sampean bertanya-tanya: siapa sebenarnya manusia yang pertama kali punya ide menggabungkan mesin dan dua roda?

Kalau bicara soal siapa pencipta sepeda motor pertama di dunia, sejarah sepakat menunjuk dua nama dari Jerman: Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach. Kenapa harus mereka? Padahal, sebelum mereka berdua beraksi, sudah ada orang-orang yang wira-wiri pakai sepeda bermesin. Alasannya sederhana: orang-orang terdahulu pada dasarnya cuma “anak custom” yang merangkai dan memodifikasi.

Mereka menempelkan mesin uap ke sepeda angin. Sedang Daimler dan Maybach adalah pencipta aslinya. Mereka meracik mesin pembakaran dalam (mesin bensin) dan dipadu dengan rangka sepeda. Perpaduan nilah yang melahirkan definisi sepeda motor yang kita kenal sekarang. Biar nggak bingung, mari kita runtutkan sejarah “kuda besi” ini dari tahun ke tahun. Siapkan kopi, kita putar waktu ke abad ke-19.

1867 – 1871: Era Para “Anak Custom” Mesin Uap

Jauh sebelum Daimler dan Maybach turun gunung, ada seorang pria Prancis bernama Ernest Michaux. Ayahnya, Pierre Michaux, adalah seorang pandai besi. Ernest punya ide brilian bin nekat: ia mengambil sepeda angin (sepeda pancal) miliknya, lalu menempelkan mesin uap ciptaan Louis-Guillaume Perreaux.

Hasil kolaborasi frankenstein ini diberi nama Velocipede Michaux-Perreaux. Diciptakan antara tahun 1867 hingga 1871, motor uap purba ini sekarang masih awet dan mejeng di pameran Art of the Motorcycle di Guggenheim Museum (1998).

1868: Eksperimen Gagal di Inggris

Melihat tren di Prancis, sebuah perusahaan sepeda asal Inggris, Michaux ex Cie, tak mau ketinggalan fomo. Pada tahun 1868, mereka mencoba menjadikan mesin uap sebagai penggerak sepeda. Sayangnya, uji coba mereka berujung zonk alias tidak berhasil.

1872 – 1877: Pertemuan Dua Legenda dan Mesin 4 Tak

Siapa penemu sepeda motor pertama di dunia? Bukan sekadar tukang modifikasi, gelar ini mutlak milik Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach.

Jispro – Otomotif Indonesia itu unik dan penuh kejutan. Di satu sisi, jalanan kita dipenuhi mobil-mobil LCGC atau MPV se...
27/07/2026

Jispro – Otomotif Indonesia itu unik dan penuh kejutan. Di satu sisi, jalanan kita dipenuhi mobil-mobil LCGC atau MPV sejuta umat, andalan mudik berdesakan. Tapi di sisi lain, jangan salah, populasi kaum crazy rich di negeri ini cukup menyuburkan pasar supercar berharga gila-gilaan.

Bicaramobil mahal di Indonesia, kita tidak lagi membahas nominalnya, ratusan juta atau satu miliar. Kita membicarakan deretan mobil premium yang harganya setara dengan APBD kecamatan. Mayoritas dihuni monster jalanan bermesin buas, seperti Lamborghini dan Ferrari, ada juga mobil listrik pintar semacam Tesla yang ikut nimbrung.

Jadi, buat kamu yang masih pusing mikirin cicilan motor matic, mari kita sejenak berhalusinasi. Berikut adalah daftar 10 mobil termahal yang dijual di Indonesia, diurutkan dari yang harganya paling bikin sakit kepala.

1. Lamborghini Aventador SVJ Roadster Grigio Telesto (Rp22,5 Miliar)

Ini dia raja dari segala raja di aspal Indonesia. Lamborghini jenis ini memegang tahta sebagai mobil termahal dengan banderol menyentuh angka Rp 22,5 miliar. Dan ingat kawan, itu statusnya masih off the road. Artinya, belum termasuk pajak dan kawan-kawannya.

Lantas, apa yang bikin harganya setara perumahan klaster? Performa, Bos. Mobil ini dibekali mesin 770 CV naturally aspirated V12 berkapasitas 6.498 cc. Tenaga yang disemburkan mencapai 774 dk di putaran 8.500 rpm dan torsi 720 Nm pada 6.750 rpm. Akselerasi dari rebahan (0) ke 100 km/jam cuma butuh 2,8 detik! Kecepatan maksimalnya? 350 km/jam. Pertanyaannya cuma satu: mau ngebut sejauh itu di jalanan Jakarta sebelah mana?

2. Lamborghini Aventador SVJ Verde Scandal (Rp22 Miliar)

Di urutan kedua, selisih tipis “cuma” setengah miliar dari saudaranya di atas, ada seri Verde Scandal. Harganya dipatok Rp22 miliar off the road.

10 mobil termahal di Indonesia yang harganya tembus puluhan miliar. Dari Lamborghini, Ferrari, hingga Tesla. Kaum mendang-mending minggir

27/07/2026

Jispro – Membicarakan Bugatti itu ibarat membicarakan saldo rekening para sultan: angkanya sering kali bikin kepala kaum mendang-mending pusing. Di saat kita masih mikir dua kali untuk checkout barang di keranjang marketplace, pabrikan asal Prancis ini dengan santainya merilis Bugatti Centodieci. Ini bukan mobil sport biasa, tapi hypercar eksklusif yang harganya ditaksir mencapai 9 juta USD atau 8 juta Euro—kasarnya sekitar Rp130 sampai Rp147 miliar!

Lebih gilanya lagi, di balik harganya yang setara APBD sebuah kabupaten kecil itu, Bugatti hanya memproduksi 10 unit saja untuk seluruh dunia. Hasilnya bisa ditebak: seluruh unitnya sudah ludes terjual diborong para miliarder bahkan sebelum mobil ini benar-benar masuk dapur produksi. Mari kita bedah, apa sih yang bikin mobil ini sebegitu spesialnya?

Nostalgia 1991 yang Dibawa ke Abad 21

Secara bahasa, “Centodieci” diambil dari bahasa Italia yang berarti 110. Angka ini bukan sekadar nomor cantik, melainkan perayaan ulang tahun ke-110 sang pendiri, Ettore Bugatti, sekaligus peluncuran ulang tahun ke-110 merek tersebut.

Namun, lebih dari itu, Centodieci adalah bentuk penghormatan (tribute) kepada Bugatti EB110, hypercar legendaris mereka yang rilis pada tahun 1991. Pada masanya, EB110 adalah salah satu mobil paling inovatif dengan desain futuristis dan performa mesin ekstrem. Semangat revolusioner dari era 90-an inilah yang dihidupkan kembali, namun dikemas dengan teknologi, estetika, dan standar aerodinamika abad 21 yang jauh lebih buas.

Desain Retro-Modern: Wajah Garang dengan Lima Lubang Ikonik

Bugatti berhasil meracik keseimbangan antara desain retro khas EB110 dengan teknologi kontemporer. Kalau disandingkan dengan saudaranya, Bugatti Chiron, Centodieci ini punya raut wajah yang lebih agresif, rendah, dan tajam. Gril depan berbentuk tapal kuda (Horseshoe) khas Bugatti sengaja dibuat lebih kecil menyerupai gaya klasik EB110, diapit oleh lampu depan LED tipis yang menatap tajam seolah siap mengintimidasi mobil apa pun di depannya.

Ciri khas paling ikonik menonjol di profil sampingnya: kehadiran lima lubang udara (ventilasi) berbentuk bulat segi lima. Ini adalah DNA murni dari EB110 yang diperhalus dengan garis tegas dan material serat karbon modern yang super ringan.

Sumber: https://jisprokota.com/bugatti-centodieci-hypercar-eksklusif-termahal/
Penulis: Jispro

Jispro — Pernah nggak sampean lagi asyik manasin motor pagi hari, memperhatikan rodanya, lalu tersadar pada satu hal rec...
26/07/2026

Jispro — Pernah nggak sampean lagi asyik manasin motor pagi hari, memperhatikan rodanya, lalu tersadar pada satu hal receh tapi bikin kepikiran: kenapa ukuran ban depan motor selalu lebih kecil dari ban belakang?

Kalau diamati sekilas, perbedaannya kadang nggak terlalu mencolok. Tapi kalau sampean melotot sedikit lebih jeli, ukurannya pasti beda. Ambil contoh motor sejuta umat, Honda Beat. Ban depannya berukuran 80/90, sedang ban belakangnya 90/90. Lompat ke kelas matik bongsor seperti Yamaha Nmax, ban depannya 110/70, dan belakangnya 130/70.

Perbedaan ini jelas bukan karena pabrikan motor kehabisan bahan baku atau sedang ngirit karet. Ada perhitungan matematis dan teknis yang njelimet di balik desain tersebut. Singkatnya: ini semua demi kenyamanan, keselamatan, dan kelincahanmu di jalan raya.

Biar nggak makin penasaran, mari kita bedah alasan kenapa ban depan motormu ditakdirkan lebih kecil daripada saudaranya di belakang.

1. Urusan Beban Hidup dan Traksi Motor

Mari kita sepakati satu hal: bagian belakang motor adalah kuli sesungguhnya. Saat motor melaju, apalagi kalau kamu sering bawa boncengan (entah itu pasangan atau galon air) dan barang belanjaan, tumpuan beban terbesar selalu lari ke belakang.

Selain itu, ban belakang adalah sang eksekutor alias roda penggerak yang terhubung langsung dengan mesin melalui rantai atau belt. Karena beban kerja dan tanggung jawabnya yang berat ini, ban belakang wajib dibuat lebih besar dan lebar. Tujuannya simpel: agar daya cengkeram (traksi) ke aspal lebih maksimal dan kuat menahan penderitaan beban.

2. Biar Manuver Nggak Terasa Kayak Bawa Becak

Dalam dunia otomotif, ada istilah handling—yakni kemampuan kendaraan agar mudah, presisi, dan stabil saat dikendalikan. Handling yang baik bikin motor nurut saat diajak nikung tajam, ngegas mendadak, atau ngerem darurat. Nah, di sinilah ban depan berukuran kecil memainkan peran utamanya.

Sumber: https://jisprokota.com/kenapa-ukuran-ban-depan-motor-lebih-kecil/
Penulis: Jispro

Mengapa ukuran ban depan motor lebih kecil dari ban belakang? Temukan alasan teknisnya mulai dari handling, kestabilan, hingga urusan dompet.

JisproKota – Bagi yang menganggap biaya parkir Rp2.000 sebagai pungutan liar, atau yang sering menunda beli token listri...
26/07/2026

JisproKota – Bagi yang menganggap biaya parkir Rp2.000 sebagai pungutan liar, atau yang sering menunda beli token listrik sampai alarm meterannya berbunyi tit-tit-tit bagai detak jantung pasien kritis, membicarakan Lamborghini adalah tindakan masokisme tingkat tinggi.

Lamborghini, pabrikan mobil sport asal Italia, memang terkenal gemar menciptakan kendaraan yang tidak ramah untuk dompet rakyat. Mereka memproduksi mobil-mobil dengan desain mirip pesawat alien, kecepatan yang menjambak sisa-sisa rambut rontok, dan harga yang sanggup melunasi utang satu kecamatan.

Nah, kali ini kita akan membahas deretan Lamborghini paling mahal di dunia. Mari kita simak daftarnya dengan lapang dada dan penuh rasa sadar diri.

1. Lamborghini Reventón: Jet Tempur Darat untuk Kolektor Garis Keras

Harga: Sekitar $2 juta (± Rp32 miliar)

Kita buka daftar ini dengan Lamborghini Reventón. Mobil ini sepertinya dirancang oleh desainer yang baru saja selesai menonton maraton film militer, karena bentuknya terinspirasi langsung dari jet tempur siluman (stealth fighter). Lekukan bodinya tajam dan ekstrem, sangat tidak ramah untuk ditaruh di tempat parkir sempit pasar tradisional.

Keistimewaan utama Reventón terletak pada bagian dasbor digitalnya yang futuristik. Alih-alih jarum penunjuk kecepatan standar, Anda akan disuguhi tampilan grafis animasi mirip kokpit pesawat tempur. Dibekali mesin V12 6.5 liter bertenaga 650 hp, mobil ini bisa melesat dari 0 ke 100 km/jam hanya dalam waktu 3,4 detik dengan kecepatan maksimal lebih dari 340 km/jam.

Mobil ini hanya diproduksi sebanyak 20 unit untuk versi coupe (ditambah beberapa versi roadster yang jauh lebih langka). Jadi, jangankan membelinya, melihatnya lewat di depan gang rumah Anda saja adalah sebuah keajaiban dunia yang setara dengan melihat genangan air tanpa ada tukang parkir tiba-tiba muncul.

2. Lamborghini Aventador J: Sensasi Masuk Angin Seharga Rp37 Miliar

Harga: $2,8 juta (± Rp37 miliar)

Jika Anda mengira semua mobil mahal itu harus nyaman dan kedap udara, Lamborghini Aventador J hadir untuk merusak teori tersebut. Mobil yang dirancang eksklusif oleh Filippo Perini ini mengusung konsep yang sangat radikal: tidak memiliki atap dan bahkan tidak memiliki kaca depan!

Iya, Anda tidak salah baca. Tanpa kaca depan. Bayangkan berkendara dengan mesin V12 6.5 liter berdaya 700 horsepower yang sanggup melaju hingga kecepatan 297 km/jam tanpa penghalang angin di depan wajah Anda. Selain melaju kencang, Anda juga dipastikan akan sukses mengalami masuk angin stadium akhir dalam waktu 3,1 detik saja.

Hebatnya, mahakarya ini hanya diproduksi tepat satu unit di seluruh dunia. Proses pengerjaannya pun tergolong kilat, hanya butuh waktu enam minggu dari coretan sketsa pertama hingga mobilnya siap digeber. Sangat cocok untuk miliarder egois yang tidak s**a mobilnya disamai oleh orang lain di lampu merah.

3. Lamborghini Sesto Elemento: Supercar Ringan Berkecepatan Gila

Harga: Sekitar $2,8 juta (± Rp36 miliar)

Nama “Sesto Elemento” diambil dari bahasa Italia yang berarti “Elemen Keenam”. Bagi Anda yang rajin masuk kelas kimia, Anda pasti tahu bahwa elemen keenam dalam tabel periodik adalah karbon. Sesuai namanya, seluruh bodi mobil ini dibuat dari serat karbon khusus.

Berkat material tersebut, bobot mobil ini hanya berkisar di angka 999 kg—hampir setara dengan berat beban hidup kita sehari-hari, alias sangat ringan untuk ukuran mobil berperforma tinggi. Dipersenjatai mesin V10 5.2 liter bertenaga 570 HP, Sesto Elemento sanggup berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu super singkat: 2,5 detik saja! Kecepatan maksimalnya sendiri dilaporkan sanggup menyentuh angka 350 km/jam.

Sayangnya, mobil yang debut pertama kali di Paris Motor Show 2010 ini tidak legal untuk dikendarai di jalan raya biasa. Mobil ini hanya boleh dipacu di sirkuit balap atau sekadar dijadikan pajangan garasi oleh 20 kolektor beruntung di dunia yang memilikinya. Membeli mobil seharga Rp36 miliar tapi tidak bisa dipakai buat beli cilok di depan kompleks perumahan adalah definisi sejati dari kemewahan yang fana.

4. Lamborghini Centenario: Kado Ulang Tahun yang Agak Kelewat Mewah

Harga: Sekitar $2,5 juta (± Rp40 miliar)

Kebanyakan orang merayakan ulang tahun ke-100 pendirinya dengan membuat acara potong tumpeng atau doa bersama. Namun, Lamborghini merayakan 100 tahun kelahiran sang pendiri, Ferruccio Lamborghini, dengan melahirkan Centenario.

Mobil ini hanya diproduksi sebanyak 40 unit di dunia—terbagi rata menjadi 20 unit versi coupe dan 20 unit versi roadster. Desainnya sangat agresif dengan sistem aerodinamika canggih yang membuat mobil ini menempel erat di aspal saat melaju kencang.

Urusan dapur pacu jangan ditanya. Mesin V12 bertenaga 770 hp di dalamnya sanggup mengantarkan Anda melesat dari posisi diam ke 100 km/jam dalam waktu 2,8 detik saja. Sebuah mahakarya otomotif yang membuktikan bahwa warisan Ferruccio Lamborghini tidak pernah pudar, melainkan bertransformasi menjadi kendaraan pemecah rekor kecepatan.

5. Lamborghini Egoista: Mobil yang Benar-Benar “Egois”

Harga estimasi: $3 juta (± Rp39 miliar)

Jika Anda adalah seorang introvert akut yang benci ditumpangi oleh mertua atau saudara jauh yang hobi meminjam uang, Lamborghini Egoista adalah mobil impian Anda. Sesuai namanya, “Egoista” yang berarti “egois” dalam bahasa Italia, mobil ini hanya menyediakan satu tempat duduk saja.

Desain eksteriornya terinspirasi langsung dari helikopter tempur Apache. Uniknya lagi, mobil ini tidak memiliki pintu samping konvensional seperti mobil pada umumnya. Untuk bisa masuk ke dalam kabinnya yang berlapis serat karbon dan aluminium, Anda harus membuka kaca depan ke atas lalu melompat masuk ke dalam kokpit, persis seperti pilot pesawat jet tempur yang sedang dikejar musuh.

Egoista ditenagai oleh mesin V10 5.2 liter yang buas. Mobil ini tidak pernah dijual secara umum untuk publik dan hanya ada satu unit saja di dunia sebagai simbol kebebasan desain Lamborghini. Tapi kalaupun dijual, harganya ditaksir mencapai Rp39 miliar. Sebuah harga yang sangat mahal untuk sebuah alat isolasi diri dari pergaulan sosial.

6. Lamborghini Sián FKP 37: Si Kilat Hybrid Pertama

Harga: Sekitar $3,6 juta (± Rp58 miliar)

Nama “Sián” diambil dari dialek Bologna yang berarti “kilat”. Nama ini sangat cocok karena mobil ini merupakan tonggak sejarah baru sebagai mobil hybrid pertama yang diproduksi secara massal oleh Lamborghini.

Namun, jangan bayangkan sistem hybrid milik Sián sama dengan mobil hybrid biasa yang sering Anda temui di jalan raya tanah air. Alih-alih memakai baterai lithium-ion konvensional, Sián menggunakan teknologi supercapacitor. Teknologi ini diklaim tiga kali lebih kuat dan jauh lebih ringan daripada baterai biasa, menghasilkan pengisian daya instan saat pengereman dan memberikan dorongan akselerasi tanpa jeda.

Mesin V12 6.5 liter yang dipadukan dengan motor listriknya mampu menghasilkan total daya luar biasa sebesar 819 hp, membawanya melesat hingga 100 km/jam kurang dari 2,8 detik. Adapun tambahan nama “FKP 37” merupakan bentuk penghormatan kepada Ferdinand Karl Piëch (lahir tahun 1937), sosok legendaris di balik Volkswagen Group yang menaungi Lamborghini. Mobil ini hanya diproduksi sebanyak 82 unit di dunia, dan semuanya dibuat secara kustom sesuai selera pembelinya masing-masing.

7. Lamborghini Veneno: Jet Jalan Raya Terinspirasi Le Mans

Harga: Sekitar $5,3 juta (± Rp70 miliar)

Kita beralih ke salah satu monster paling eksklusif yang pernah diciptakan oleh manusia: Lamborghini Veneno. Saat pertama kali melihat bentuknya, Anda mungkin akan berpikir bahwa mobil ini lebih cocok terbang ke luar angkasa dibanding melintasi aspal jalan raya. Desainnya sangat ekstrem, terinspirasi dari mobil balap ketahanan Le Mans dengan sirip hiu besar di bagian belakang untuk kestabilan maksimum.

Veneno dibekali mesin V12 6.5 liter dengan semburan tenaga 750 hp. Mobil ini menggunakan sistem transmisi semi-otomatis 7-percepatan (ISR) yang mampu berpindah gigi secepat kedipan mata. Akselerasi dari 0-100 km/jam tuntas dalam 2,8 detik dengan kecepatan puncak mencapai 354 km/jam.

Pihak pabrikan hanya memproduksi 3 unit saja untuk versi coupe, menjadikannya salah satu barang paling langka yang paling diburu oleh para kolektor kelas kakap dunia. Dengan harga menyentuh Rp70 miliar, Veneno bukan lagi sekadar alat transportasi, melainkan sebuah simbol status kekayaan yang sudah berada di luar nalar manusia biasa.

8. Lamborghini Veneno Roadster: Puncak Eksklusivitas Tanpa Atap

Harga: Sekitar $5,6 juta (± Rp72,5 miliar)

Jika Anda merasa Lamborghini Veneno versi standar masih kurang eksklusif atau kurang mahal, silakan perkenalkan diri Anda pada Lamborghini Veneno Roadster. Harganya dibanderol di angka $5,6 juta atau sekitar Rp72,5 miliar! Selisih harganya dengan versi coupe bisa Anda gunakan untuk membeli satu kompleks perumahan elite beserta isinya.

Veneno Roadster diproduksi sangat terbatas, yakni hanya 9 unit saja di seluruh dunia. Mobil ini menggendong mesin V12 6.5 liter yang sama buasnya, sanggup membawa Anda melesat hingga kecepatan maksimal 355 km/jam.

Dengan balutan bodi serat karbon yang super ringan dan aerodinamika ekstrem, mobil ini adalah kasta tertinggi dari jajaran karya seni otomotif yang bisa dibeli dengan uang. Keberadaannya di dunia ini seolah-olah ditakdirkan hanya untuk menegaskan satu hal: bahwa batasan antara fiksi ilmiah dan kenyataan itu tipis, khususnya bagi orang-orang yang bingung bagaimana cara menghabiskan uang ratusan miliar rupiah.

Itulah deretan Lamborghini paling mahal di dunia yang harganya sukses membuat kita semua tersadar bahwa isi dompet kita saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Semoga informasi ini bermanfaat, atau minimal, bisa menjadi bahan lamunan yang indah sebelum Anda kembali menyalakan motor bebek Anda esok pagi. Tetap semangat bekerja, ya!***

Penulis : Agus Purwoko

Editor : Gusmo

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Berita Terkait

10 Mobil Termahal di Indonesia, Harganya Bikin Jantung Deg-degan Tembus Rp22 Miliar!
Sejarah Sepeda Motor Pertama di Dunia: Kenalkan Reitwagen, ‘Mbahnya’ Kuda Besi Kesayangan Sampean
Kenapa Ukuran Ban Depan Motor Lebih Kecil dari Belakang? Bukan Karena Pabrik Pelit Karet
8 Motor Termahal di Dunia yang Harganya Bikin Kaum Mendang-Mending Kena Vertigo Berjamaah
Dari Jualan Onderdil Radio hingga Bikin Dompet Sultan Nangis: Kisah Sukses Ducati Menguasai MotoGP dan Jalanan Raya
Rolls-Royce Boat Tail: Mobil Rp459 Miliar yang Bikin Jiwa “Mendang-Mending” Kita Sungkem Berjamaah
Triumph Speed 400 & Scrambler 400 X: Akhirnya, Moge Inggris Nggak Cuma Jadi Wallpaper HP Sobat Miskin
Kisah Duo Jerman Korban PHK yang Menyelamatkan Selangkangan Kita dari Pegal Jalur Pantura
Tag : Kaum Mendang Mending Lamborghini Mobil Mewah Otomotif

JisproKota - Bagi yang menganggap biaya parkir Rp2.000 sebagai pungutan liar, atau yang sering menunda beli token listrik sampai alarm meterannya berbunyi

Address

Jalan Soekarno_Hatta Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan
Probolinggo
67221

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Otomotif posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Otomotif:

Shortcuts

Share