Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan

Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan dengan diubah statusnya menjadi Pelabuhan Khusus Perikanan.

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan semula merupakan Pelabuhan Umum yang pengelolaannya dibawah Departemen Perhubungan, namun karena pada saat itu pemanfaatannya banyak digumakan oleh kapal-kapal perikanan, maka sejak Desember 1974 pengelolaan dan assetnya diserajkan kepada Departemen Pertanian cq. Setelah itu Pemerintah melalui Ditjen Perikanan melakukan pembangunan sarana dan prasaran

a opesional Pelabuhan Perikanan dan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian nomor : 310/Kpts/Org/5/1978 tanggal 28 Mei 1978 resmi menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan. Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Prikanan nomor : KEP.26.I/MEN/2001 tanggal 1 Juni 2001, PPN Pekalongan merupakan UPT Departemen Kelautan dan Perikanan dibidang Prasarana Perikanan yang berada dan bertanggung jawab kepada Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. Daya Tarik
PPN Pekalongan memiliki lokasi wisata, yaitu Wisata Bahari PPN Pekalongan yang dapat di kunjungi oleh masyarakat umum. Wahana yang dapat dijumpai di Wisata Bahari PPN Pekalongan antara lain adalah : Taman Bermain Anak, Wahana Edukasi Air, Gardu Pandang berbentuk Jetty, Sea World mini, dan gazebo untuk tempat pengunjung beristirahat dan menikmati pemandangan lalu lintas kapal masuk dan keluar pelabuhan. Untuk operasional harian, proses pelelangan ikan masih dapat dijumpai di pelabuhan perikanan dengan tipe Nusantara di PPN Pekalongan. Proses Pelalangan Ikan dilakukan di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) sekitar pukul 07.00 - 11.00.

Aktivitas Lelang Ikan di TPI Pekalongan SepiAktivitas lelang ikan Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, s...
06/08/2017

Aktivitas Lelang Ikan di TPI Pekalongan Sepi

Aktivitas lelang ikan Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sejak sepekan terakhir ini sepi karena pengaruh angin barat dan badai di perairan Laut Jawa.

Kepala TPI Kota Pekalongan, Sugiyo di Pekalongan, Minggu, mengatakan bahwa hampir sebagian besar kini kapal nelayan memilih bersandar di pelabuhan karena kondisi cuaca di laut kurang baik.

"Dalam dua hari terakhir ini, hanya satu kapal yang membongkar hasil tangkapan ikan atau turun dibanding sebelumnya yang mampu mencapai lima sampai enam kapal per hari," katanya.

Ia menyebutkan produksi lelang ikan di TPI pada Minggu (6/8) hanya mencapai 22 ton ikan atau senilai sekitar Rp500 juta.

Adapun dampak turunnya produksi ikan itu, kata dia, harga ikan di pasaran naik sekitar Rp2 ribu/ kilogram sampai Rp2.500/ kilogram.

Menurut dia, aktivitas lelang ikan di TPI juga diramaikan oleh kapal nelayan dari daerah lain seperti Rembang dan Tuban, Jawa Timur yang mencapai sekitar 70 kapal.

Akan tetapi, kata dia, saat ini sebagian para nelayan lebih memilih beristirahat dengan menyandarkan kapalnya di pelabuhan untuk menunggu kondisi cuaca di laut membaik.

Pemilik kapal Saiful Mubarisi mengatakan dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat akan menyulitkan para nelayan mencari ikan di laut secara maksimal.

"Oleh karena itu, jika nelayan nekat melaut maka biaya perbekalan yang dikeluarkan tidak akan kembali bahkan merugi. Saat ini, nelayan masih menunggu kondisi cuaca di laut membaik," katanya.

Antaranews.com

Angin Kencang, Aktivitas Pelelangan di TPI Pekalongan SepiAktivitas di Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Jawa Teng...
01/06/2017

Angin Kencang, Aktivitas Pelelangan di TPI Pekalongan Sepi

Aktivitas di Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sejak memasuki bulan puasa 2017 relatif cukup sepi sehingga memengaruhi pasokan ikan di pasaran.

Kepala TPI Kota Pekalongan Sugiyo di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa sejak memasuki Ramadan 1483 Hijriah, aktivitas lelang ikan relatif cukup sepi karena banyak kapal besar yang tidak melaut.

"Aktivitas lelang ikan hanya berasal dari kapal sopek dan grandong. Kapal jenis ini biasanya melaut dengan sistem obor, yaitu berangkat pagi, pulang sore," katanya.

Menurut dia, beberapa hal yang memengaruhi kapal besar tidak melaut, antara lain, karena adanya perubahan musim dan arus di dalam laut relatif cukup kencang sehingga jaring yang ditebar justru tidak bisa mengembang.

"Berdasar informasi dari nelayan, mereka tidak melaut karena alasan arus di laut cukup kencang sehingga ikan sulit dijaring," katanya.

Selain itu, kata dia, turunnya produksi ikan di TPI juga karena banyak kapal pendatang yang kesulitan mencari anak buah kapal (ABK).

"Kalaupun ada ABK, para ABK ini akan minta bayaran dengan sistem kontrak karena saat Idulfitri mereka masih berada di perairan laut," katanya.

Meski beberapa hari terakhir ini aktivitas lelang ikan relatif sepi, pihaknya merasa optimistis target pendapatan asli daerah (PAD) 2017 sebesar Rp6 miliar akan tetap terlampaui.

"Hingga per Mei 2017 ini PAD TPI sudah terkumpul Rp2,2 miliar sehingga kami optimistis target Rp6 miliar akan terlampaui," katanya.

Antarajateng.com

06/04/2017

Selamat Hari Nelayan Nasional

Muara Dangkal, TPI Pekalongan Khawatir Lelang Ikan AnjlokTempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, khawatir p...
13/03/2017

Muara Dangkal, TPI Pekalongan Khawatir Lelang Ikan Anjlok

Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, khawatir produksi lelang ikan anjlok terkait terjadinya pendangkalan lumpur di muara pelabuhan setempat.

Kepala TPI Kota Pekalongan, Sugiyo di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa pendangkalan lumpur pelabuhan ini berpotensi menimbulkan kapal besar enggan mendarat dan melelangkan hasil tangkapan ikannya di TPI.

"Jika pendangkalan lumpur pelabuhan ini dibiarkan maka kapal besar nelayan bakal memilih membongkar hasil tangkapannya di TPI lain. Hal ini jelas berpengaruh terhadap produksi lelang ikan di TPI," katanya.

Ia mengatakan untuk mengatsi masalah pendangkalan pelabuhan ini memang memerlukan proses panjang dan perlu dilakukan pengerukan.

Kendati demikian, kata dia, pengerukan lumpur di muara pelabuhan ini menjadi kewenangan Pelabuhan Perikanan Nasional Pekalongan sebagai kepanjangan pemerintah pusat.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pekalongan, Imam Menuharun mengatakan terjadinya penadngkalan lumpur di muara pelabuhan mengakibatkan para nelayan harus menambah biaya operasionalnya untuk menyewa kapal penarik agar kapal mereka bisa keluar masuk ke muara pelabuhan.

"Tentunya, dengan kondisi pendangkalan lumpur ini, para nelayan yang merugi karena biaya menarik kapal ke muara pelabuhan tidak masuk biaya perbekalan. Para nelayan menanggung biaya sendiri untuk menyewa kapal penarik," katanya.

Ia menambahkan para nelayan harus rela mengeluarkan tambahan biaya tarik Rp300 ribu untuk sekali tarik kapal ke muara pelabuhan.

Antarajateng.com

08/03/2017

Pemkot Pekalongan Rintis Bangun TPI

Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, akan merintis membangun tempat pelelangan ikan sendiri sebagai upaya mengantisipasi perkembangan sektor perikanan tangkap ke depan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pekalongan, Aries Sidarcahya di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa keberadaan TPI yang berada di pelabuhan masih menjadi kewenangan pemerintah pusat sehingga pemkot perlu memiliki TPI sendiri.

"Kendati demikian, kami masih perlu mengkaji langkah-langkah yang perlu dipersiapkan untuk membangun TPI sendiri agar tidak menyalahi peraturan yang ada," katanya.

Menurut dia, pemkot masih perlu menyiapkan "masterplane" atau perencanaan yang bagus serta berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya terkait dengan pembangunan TPI ke depan.

"Kami perlu perencanaan matang apakah pembangunan TPI nanti akan mengganggu tata ruang dan tata wilayah (RT-RW). Jadi, kami masih perlu mengkaji lagi," katanya.

Ia mengatakan selama ini pemkot masih menanggung biaya sewa TPI dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalobngan (PPNP) senilai Rp93 juta per bulan.

"Akan tetapi, jika kita memiliki TPI sendiri maka bisa bebas biaya sewa. Kendati demikian, masalah pembangunan TPI ini bisa dikatakan sebagai wacana dulu sehingga kami belum bisa menargetkan kapan akan dibangun," katanya.

Ia menambahkan pemkot kini terus melakukan perbaikan sarana dan prasarana di TPI sebagai upaya untuk meramaikan aktivitas lelang ikan dan menghadapi tantangan perikanan tangkap.

Antarajateng.com

06/03/2017

Lumpur 2 Meter, Api Pekalongan Minta Pemkot Mengeruk Sedimentasi Pelabuhan

Asosiasi Pursesaine Indonesia Kota Pekalongan, Jawa Tengah, minta pemerintah daerah setempat melakukan pengerukan sedimentasi di muara pelabuhan karena kapal nelayan sudah kesulitan keluar dan masuk ke dermaga.

Ketua Asosiasi Pursesaine Indonesia (API) Kota Pekalongan, Mofid di Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa seharusnya pemkot lebih proaktif menjalin komunikasi dengan Pelabuhan Perikanan Nasional Pekalongan (PPNP) umtuk mencari solusi mengatasi masalah sedimentasi muara pelabuhan ini.

"Pengerukan lumpur di muara pelabuhan memang menjadi kewenangan pusat. Oleh karena, kami mendesak pemkot proaktif dan lebih intensif berkomunikasi dengan PPNP sebagai perwakilan pusat," katanya.

Ia mengatakan, saat ini pendangkalan lumpur di muara pelabuhan sudah mencapai sekitar dua meter sehingga kapal nelayan kesulitan keluar dan masuk ke dermaga.

Jika pendangkalan lumpur itu terus dibiarkan, kata dia, maka dipastikan kapal nelayan khususnya jenis pursesaine tidak berani keluar dan masuk ke pelabuhan.

"Jika pun harus masuk ke muara pelabuhan maka kapal berbobot besar harus ditarik dengan kapal tongkang karena endapan lumpur sudah cukup tinggi," katanya.

Ia mengusulkan pada pemkot dapat bekerjasama dengan salah satu perguruan tinggi yang berkompeten untuk melakukan kajian dan penelitian terhadap masalah pendangkalan lumpur di muara pelabuhan.

Pemkot, kata dia, bisa bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung untuk melakukan penelitian hingga menghasilkan solusi yang dapat mengatasi pendangkalan muara pelabuhan.

"Akan tetapi, sudah kami katakan jika pengerukan lumpur pelabuhan menjadi kewenangan pemerintah pusat yang diwakili oleh PPNP sehingga solusinya pemkot harus melakukan komunikasi intensif dengan instansi tersebut agar semua masalah itu cepat teratasi," katanya.

Antarajateng.com

HNSI Tunggu Realisasi Beras PaceklikHimpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pekalongan menunggu realisasi bantuan...
02/03/2017

HNSI Tunggu Realisasi Beras Paceklik

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pekalongan menunggu realisasi bantuan beras dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan untuk membantu keluarga nelayan menghadapi masa paceklik.

Ketua HNSI Kota Pekalongan Imam Menuharun mengatakan, dua hari yang lalu, pihaknya datang ke Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pekalongan untuk menindaklanjuti bantuan beras untuk keluarga nelayan yang diajukan HNSI. Namun menurut dia, pencairan bantuan beras untuk nelayan tersebut masih dalam proses.

“(Bantuan) masih diproses. Dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan minta SK badan hukum HNSI yang asli yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM. Kami sudah melampirkan,” terangnya, Rabu (1/3).

Karena itu, ia berharap bantuan beras untuk keluarga nelayan tersebut bisa segera terealisasi. Mengingat saat ini masih banyak keluarga nelayan yang membutuhkan bantuan saat menghadapi musim paceklik.

“Di Dinas (Pertanian dan Ketahanan Pangan) sudah dianggarkan beras paceklik untuk nelayan. Harapan kami bisa segera dicairkan,” sambungnya. Saat ini, lanjut dia, sebagian nelayan dengan kapal kurang dari 30 gross ton (GT) sudah kembali melaut. Namun, hasil tangkapan belum maksimal.

Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan keluarga nelayan di sejumlah kelurahan di Kota Pekalongan menunggu bantuan beras dari Pemkot Pekalongan. Sebab, sudah lebih dari dua minggu nelayan tidak mendapat penghasilan karena tidak melaut akibat gelombang besar.

Untuk membantu keluarga nelayan menghadapi musim paceklik, HNSI Kota Pekalongan mengajukan bantuan beras paceklik sebanyak 42 ton ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Bantuan beras tersebut nantinya akan dibagikan kepada 2.125 kepala keluarga (KK), meliputi nelayan, janda nelayan, jompo dan anak yatim dari keluarga nelayan.

SUARA MERDEKA CYBERNEWS

Pendangkalan Lumpur Pelabuhan Pekalongan TinggiTingkat pendangkalan lumpur di muara Pelabuhan Perikanan Kota Pekalongan,...
25/02/2017

Pendangkalan Lumpur Pelabuhan Pekalongan Tinggi

Tingkat pendangkalan lumpur di muara Pelabuhan Perikanan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, relatif tinggi sehingga kondisi tersebut menghambat kapal nelayan keluar masuk ke pelabuhan untuk membongkar hasil tangkapan ikan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pekalongan, Aries Sidarcahya di Pekalongan, Jumat, mengatakan kondisi cuaca buruk dan ombak besar di laut berpengaruh besar terhadap percepatan pendangkalan lumpur muara pelabuhan perikanan.
"Pendangkalan di muara pelabuhan perikanan ini mampu mencapai 1,5 meter hingga 2 meter sehingga mengakibatkan sejumlah kapal nelayan kesulitan bersandar untuk mwmbongkar hasil tangkapan ikannya," katanya.
Ia mengatakan pengerukan endapan lumpur dan pasir ini sudah dilakukan oleh pihak Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP) pada tahun 2016.
"Akan tetapi, pendangkalan lumpur ini relatif cepat sehingga mengakibatkan kapal nelayan kesulitan bersandar ke pelabuhan. Jika pelabuhan ini tidak segera dikeruk maka kapal nelayan sulit masuk ke pelabuhan, jika pun bisa masuk maka hars ditarik," katanya.
Selain itu, kata dia, pendangkalan lumpur dan pasir juga mempengaruhi kelancaran aktivitas lelang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan kemungkinan para nelayan membatalkan membongkar hasil tangkapan ikan di lokasi ini .
"Oleh karena, kami berharap agar muara perairan Pelabuhan Perikanan Pekalongan bisa kembali dikeruk agar arus lalu lintas kapal ke muara maupun ke laut dapat lancar," katanya.
Pemilik kapal, Saiful Mubarisi menambahkan pendangkalan lumpur di muara pelabuhan dipastikan berpengaruh terhadap arus lalu lintas kapal ke dermaga maupun ke laut sekaligus kondisi ini akan mempercepat kerusaka kapal mapun tambahan biaya karena kapal harus ditarik dengan kapal tongkang.

Antarajateng.com

Sempat Lumpuh, Lelang di TPI Pekalongan Kembali RamaiAktivitas di Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, R...
22/02/2017

Sempat Lumpuh, Lelang di TPI Pekalongan Kembali Ramai

Aktivitas di Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu, ramai kembali setelah lumpuh akibat kondisi cuaca buruk di laut sejak awal hingga pertengahan Februari 2017.

Kepala TPI Kota Pekalongan Sugiyo di Pekalongan mengatakan bahwa kondisi cuaca buruk mengakibatkan banyak nelayan tidak melaut sehingga aktivitas lelang ikan sempat lumpuh.

"Dalam 2 hari terakhir ini, aktivitas lelang mulai ramai karena kapal nelayan sudah ada yang membongkar hasil tangkapan ikannya. Hari ini ada dua kapal purse seine fishery dan pursein Arek-Arek yang membongkar hasil tangkapan ikannya," katanya.

Menurut dia, saat kondisi cuaca buruk para nelayan tidak berani melaut dan nelayan sudah telanjur berangkat melaut memilih "bersembunyi" di pinggiran pulau.

Akan tetapi, kata dia, saat ini mereka sudah ada yang kembali dengan melelangkan hasil tangkapan ikannya di TPI. Adapun nelayan yang semula takut melaut, kini sudah mulai berangkat lagi.

Ia memperkirakan aktivitas lelang ikan di TPI akan terus ramai seiring dengan membaiknya kondisi cuaca dan turunnya ombak gelombang di perairan Laut Jawa.

"Saat ini, kondisi cauca di laut sudah teduh dan normal sehingga para nelayan mulai persiapan berangkat melaut. Kapal nelayan jenis `Arek-Arek` kini mulai berangkat melaut setelah hampir sebulan memilih beristirahat," katanya.

Kendati demikian, kata Sugiyo, harga ikan kini masih relatif cukup tinggi karena produksi ikan belum begitu melimpah.

Harga ikan bayar semula sekitar Rp23 ribu per kilogram kini naik Rp27 ribu/kg, layang semula Rp13 ribu/kg naik menjadi Rp17 ribu/kg, dan lemuru semula Rp12 ribu/kg naik menjadi Rp15 ribu/kg.

"Kendati sempat aktivitas lelang ikan terganggu, kami optimistis target pendapatan asli daerah (PAD) sektor perikanan Rp5,8 miliar akan tetap terlampaui," katanya.

Antarajateng.com

Ribuan Nelayan Kota Pekalongan Tunggu Bantuan Beras PaceklikRibuan nelayan Kota Pekalongan hingga kini menunggu bantuan ...
19/02/2017

Ribuan Nelayan Kota Pekalongan Tunggu Bantuan Beras Paceklik

Ribuan nelayan Kota Pekalongan hingga kini menunggu bantuan beras paceklik dari Pemkot Pekalongan, untuk memperingan beban hidup mereka yang menganggur akibat cuaca buruk di perairan laut Jawa.

Menurut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pekalongan, Imam Menuharun mengatakan, pihaknya sudah mengajukan proposal untuk meminta bantuan beras kepada Pemkot Pekalongan lewat Kepala Dinas Ketahanan Pangan, namun belum ada realisasi.

“Sudah dua minggu kami mengirimkan proposal, tetapi hingga hari ini (Minggu) belum ada realisasi. Sebanyak 2.125 KK (kepala keluarga) nelayan, lebih dari satu bulan menganggur tidak berangkat ke laut karena cuaca buruk, yaitu ombak perairan Laut Jawa tinggi. Sehingga membuat nelayan takut berlayar,” kata Imam Menuharun kepada suaramerdeka.com, Minggu (19/2).

Dikatakan, pihaknya mengajukan bantuan beras sebanyak 42 ton. Menurut rencana setiap nelayan akan mendapatkan beras pacekliksebanyak 20 Kg/KK.

“Mereka yang dapat bantuan beras, selain nelayan akitif, juga nelayan jompo, janda nelayan dan anak yatim nelayan. Semua akan mendapat bagian yang sama yaitu, 20 kg/KK. Maka kami sangat berterimakasih jika Pemkot segera merealisasi bantuan beras paceklik yang kami ajukan,” kata Imam Menuharun.

SUARA MERDEKA CYBERNEWS

Siswa TK di Pekalongan Dikenalkan Tugas Polisi AirDalam rangka menanamkan kecintaan anak-anak kepada polisi sejak dini, ...
04/02/2017

Siswa TK di Pekalongan Dikenalkan Tugas Polisi Air

Dalam rangka menanamkan kecintaan anak-anak kepada polisi sejak dini, Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Pekalongan Kota mengenalkan terkait tugasnya. Program tersebut bertujuan untuk menanamkan kedisiplinan dan memberikan proses pembelajaran tugas kepolisian kepada anak-anak sejak dini.

Dengan didampingi masing-masing pengajar, anak-anak yang berasal dari Kelompok Bermain (KB) Ahfa Muslimat NU Krapyak Pekalongan dibawa ke kawasan Pelabuhan Pekalongan, Jumat (3/2). Kegiatan program polisi sahabat anak tersebut diisi dengan bernyanyi, bermain bersama yang bertujuan memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang aturan dan pengenalan tugas dan peralatan Polair sejak dini kepada anak-anak.

Menurut Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi, melalui Kasat Polair AKP Taufik, dalam program tersebut pihaknya memberikan penjelasan kepada siswa mengenai pengetahuan tentang pengenalan anggota dan pengenalan peralatan yang digunakan oleh anggota Satpolair dalam bertugas.

Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini yang dipandu oleh anggota Polair. “Dengan terlaksananya kegiatan Polisi Sahabat Anak ini, agar dapat terjalin kerja sama yang harmonis antar instansi khususnya di dunia pendidikan serta menumbuhkan rasa saling menjaga dan melaksanakan peraturan untuk keselamatan yang di tanamkan pada anak–anak yang akan beranjak dewasa sebagai generasi penerus bangsa,” tutur AKP Taufik.

SUARA MERDEKA CYBERNEWS

Kementerian Perindustrian akan Bantu Peralatan Hidupkan Industri Maritim PekalonganMenteri Perindustrian akan mendorong ...
12/01/2017

Kementerian Perindustrian akan Bantu Peralatan Hidupkan Industri Maritim Pekalongan

Menteri Perindustrian akan mendorong kebangkitan industri maritim di Kota Pekalongan pada 2017 ini.

Bentuknya, kata dia, sejumlah peralatan mesin bubut, mesin las dan alat potong otomatis akan diserahkan ke Pemkot Pekalongan dalam waktu dekat.

Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih terjun langsung meninjau Kota Pekalongan untuk mendorong industri maritim di kota batik tersebut pada hari Sabtu (7/1/2016) lalu.

Gati juga mendatangi sejumlah galangan kapal, di antaranya ke galangan kapal PT Barokah Marine.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan, Wahyudi Ponco, akan segera mengirimkan surat ke Kementerian Perindustrian untuk dapat segera mencairkan bantuan sejumlah peralatan tersebut.

"Kami mengharapkan bantuan peralatan ini dapat memajukan sektor perindustrian, khususnya industri maritim di Kota Pekalongan," ujar dia, dalam rilisnya Kamis (12/1/2016)

Ponco mengapresiasi, bantuan yang diberikan Kementerian Perindustrian tersebut dapat semakin menghidupkan industri di Kota Pekalongan. Menurutnya, jika pergerakan industri bertumbuh akan memiliki dampak positif menyerap banyak tenaga kerja.

"Semakin maju perindustrian, tentunya akan semakin membuka kesempatan tenaga kerja di Pekalongan," jelasnya.

Direktur Utama PT Barokah Marine, Agus Triharsito mengaku berterimaksih atas bantuan yang akan segera diberikan untuk memajukan sektor industri maritim

Tribun Jateng

Address

Jalan WR. Supratman No. 1
Pekalongan
51141

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan:

Share