28/10/2020
Di hari sumpah pemuda, banyak hal yang perlu kita refleksikan bersama. Ruang-ruang berpendapat dan berekspresi hari ini semakin dicemari. Lucunya, penyempitan ruang itu tidak melulu dilakukan oleh masyarakat sipil yang mengatasnamakan kepentingan kelompok/golongan saja. Tapi hari ini, pemerintah seakan memperlihatkan taji dalam penyempitan ini. Entah siapa melawan siapa di negara demokrasi ini. Di tempat-tempat terselenggaranya proses berdemokrasi, demonstrasi mahasiswa/pemuda tidak jarang diperangi oleh polisi. Penegak keamanan seharusnya mengayomi dan melindungi, bukan?
Jika definisi kebenaran hari ini bersifat hierarki, dan hanya pemerintah saja, jelas itu salah satu tanda matinya kepakaran. Ingat, matinya kepakaran berbanding lurus dengan tumbuh suburnya kebodohan. Jika kebenaran mulai dimonopoli oleh pemerintah, jelas ada yang salah dengan demokrasi, atau barangkali pada akal sehat mereka sendiri. UU IT hari ini memang momok menakutkan. Perbincangan soal diksi terlalu karet, bahkan mengandung ambiguitas yang tinggi. Negara itu abstrak, yang kongkrit adalah pemerintahnya, dan pemerintah hanya manusia biasa. Artinya, mereka juga tempatnya salah.
Tantangan pemuda semakin besar. Di samping masalah kebebasan berekspresi, menjadi terus relevan di tengah dinamisnya perubahan-perubahan di luar sana juga tidak mudah. Terlebih lagi, mengutip FNF Indeonesia, "Terlalu sering pemuda ditinggalkan dari proses yang membentuk masa depan mereka. Masyarakat juga sering tidak memandang pemuda sebagai kontributor yang diperlukan untuk perumusan kebijakan, evaluasi dan implementasi." Forum-forum yang didominasi oleh "baby boomer" juga secara sadar atau tidak sadar seringkali masih berwatak 'ageisme' sampai hari ini.
Hari Sumpah pemuda memang momentuman. Dan sebaik-baiknya momentum digunakan untuk refleksi, berbenah, atau berpindah. Demi merayakan momentum sumpah pemuda kali ini, kami dari "jasa angkut barang Kota Palu" menghadirkan solusi untuk saudara/i di luar sana. Barangkali dengan cashback dan memberi masker secara cuma-cuma di tengah kenaikan harganya ini adalah selemah-lemahnya cara kami memperingati.