De Karanganjar Koffieplantage

De Karanganjar Koffieplantage Wisata buka setiap hari (09.00-17.00)
Modangan Nglegok - Blitar - Jawa Timur

Wisata Edukasi
Wisata

Edukasi Kopi
Wisata sejarah budaya
Cafe
Outbond
ATV
Fun Cross
Gathering
Camping
Prewedding

☕ Nama Minuman Ini Terdengar Keren, Padahal Asal-usulnya Sangat Sederhana.Kalau melihat namanya untuk pertama kali, mung...
27/07/2026

☕ Nama Minuman Ini Terdengar Keren, Padahal Asal-usulnya Sangat Sederhana.

Kalau melihat namanya untuk pertama kali, mungkin banyak yang mengira Babota Vulkana berasal dari bahasa asing atau istilah khusus di dunia kopi.

Padahal, ceritanya jauh lebih sederhana dan justru terasa sangat akrab.

"Babota" adalah panggilan sayang keluarga untuk Pak Denny Roeshadi. Nama itu merupakan singkatan dari Bapak Botak, sebuah sapaan yang diberikan oleh anak dan cucunya, lalu diabadikan menjadi nama salah satu minuman khas di OG Café De Karanganjar.

Sementara itu, kata "Vulkana" diambil dari karakter tanah vulkanik lereng Gunung Kelud yang selama puluhan tahun menjadi tempat tumbuhnya kopi De Karanganjar. Tanah yang dibentuk oleh aktivitas gunung berapi inilah yang turut memberikan karakter khas pada kopi yang dihasilkan di kawasan ini.

Keistimewaan Babota Vulkana tidak berhenti pada namanya. Minuman ini menggunakan biji robusta pilihan yang difermentasi menggunakan buah jambu atau nangka. Proses fermentasi tersebut menghasilkan profil rasa yang lebih berlapis, dengan sentuhan aroma buah yang khas, sekaligus tetap mempertahankan karakter kopi robusta yang kuat.

Karena itulah, Babota Vulkana bukan sekadar secangkir kopi.

Di balik namanya tersimpan kisah keluarga, warisan perkebunan kopi, dan kekayaan tanah vulkanik Gunung Kelud yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari perjalanan De Karanganjar Koffieplantage.

Kalau nanti berkunjung ke De Karanganjar Koffieplantage, sempatkan mencicipi Babota Vulkana di OG Café. Barangkali, setelah mengetahui cerita di balik namanya, setiap tegukan akan terasa sedikit berbeda. 🥰✨

Bangunan Ini Sudah Berdiri Sebelum Indonesia Merdeka. Sampai Hari Ini, Pintunya Masih Terbuka.Di tengah hamparan perkebu...
26/07/2026

Bangunan Ini Sudah Berdiri Sebelum Indonesia Merdeka. Sampai Hari Ini, Pintunya Masih Terbuka.

Di tengah hamparan perkebunan kopi De Karanganjar berdiri sebuah bangunan tua yang telah menjadi saksi perjalanan panjang sejarah. Bangunan itu bernama Rumah Lodji.

Usianya telah melampaui satu abad. Dibangun pada masa Hindia-Belanda sebagai rumah tinggal para pengelola perkebunan, Rumah Lodji kini bertransformasi menjadi museum yang menyimpan berbagai kisah tentang De Karanganjar Koffieplantage dan perjalanan panjang perkebunan ini hingga menjadi seperti sekarang.

Rumah Lodji bukan hanya menarik karena usianya. Di dalam bangunan ini terdapat Kamar 806, sebuah ruangan yang didedikasikan untuk mengenang kunjungan Presiden Soekarno ke De Karanganjar pada sekitar akhir tahun 1950-an. Ruangan ini menjadi pengingat bahwa bangunan tua tersebut pernah menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa.

Rumah Lodji juga menjadi saksi perubahan zaman. Dari masa Hindia-Belanda, masa kemerdekaan, hingga akhirnya menjadi perkebunan yang dikelola oleh putra bangsa. Dinding-dindingnya menyimpan cerita yang tidak selalu dapat ditemukan di buku sejarah, tetapi masih dapat dirasakan oleh siapa pun yang melangkahkan kaki ke dalamnya.

Berkunjung ke Rumah Lodji bukan sekadar melihat bangunan tua. Ini adalah kesempatan menyusuri jejak sejarah yang masih hidup.

Setiap ruangan memiliki kisahnya sendiri, setiap sudut menyimpan potongan cerita, dan setiap langkah mengingatkan bahwa masa lalu bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga dipahami.

Kalau nanti berkunjung ke De Karanganjar Koffieplantage, jangan hanya menikmati suasana kebun kopi atau bersantai di OG Café. Sempatkan juga melangkah masuk ke Rumah Lodji. Siapa tahu, kisah yang paling membekas dari perjalanan Anda justru bukan yang Anda lihat dari luar, melainkan yang Anda temukan di balik pintunya.

_

Belakangan ini nama Gunung Kawi kembali ramai diperbincangkan di media sosial maupun berbagai pemberitaan tanah air. Hal...
25/07/2026

Belakangan ini nama Gunung Kawi kembali ramai diperbincangkan di media sosial maupun berbagai pemberitaan tanah air. Hal itu mengingatkan Min DeKa pada pengalaman mendaki Gunung Kawi sekitar tahun 2010 bersama teman-teman pencinta alam.

Kalau ditanya apakah suasananya seseram cerita yang sering beredar sekarang, sejujurnya Min DeKa tidak merasakan hal seperti itu.

Yang paling ditakuti waktu itu justru ulat dan pacet. 😄

Namun, ramainya pembahasan tentang Gunung Kawi membuat Min DeKa teringat pada gunung lain yang berada di sebelah baratnya, yaitu Gunung Kelud.

Bagi masyarakat Jawa kuno, Gunung Kelud bukan sekadar gunung berapi yang indah dipandang. Selama berabad-abad, sejak masa Kerajaan Kadiri hingga Majapahit, gunung ini memiliki posisi penting karena letusannya berulang kali memengaruhi kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Gunung Kelud dihormati sekaligus diwaspadai sebagai kekuatan alam yang harus dijaga keharmonisannya.

Pandangan itu tecermin dari keberadaan Candi Palah, yang kini lebih dikenal sebagai Candi Penataran. Kompleks candi ini berkembang dari masa Kadiri hingga Majapahit dan menjadi salah satu pusat pemujaan penting di Jawa Timur.

Dalam Kakawin Nagarakretagama, Raja Hayam Wuruk bahkan tercatat mengunjungi Candi Palah untuk memuja Hyang Acalapati, manifestasi Siwa sebagai penguasa gunung. Karena itulah, Candi Penataran tidak hanya menjadi candi Hindu terbesar di Jawa Timur, tetapi juga menjadi saksi bagaimana masyarakat Jawa kuno membangun hubungan spiritual dengan alam di sekitarnya.

Jejak sejarah itulah yang kemudian menginspirasi De Karanganjar Koffieplantage menghadirkan paket wisata Blitar Volcano Civilization (BVC).

Melalui program ini, peserta tidak hanya diajak menikmati panorama Gunung Kelud, tetapi juga memahami bagaimana gunung tersebut membentuk sejarah, budaya, dan peradaban Blitar. Perjalanan mencakup kunjungan ke Gunung Kelud, Candi Penataran, Makam B**g Karno, pengalaman mengaduk jenang Lava Cake, hingga destinasi lain yang saling terhubung dalam satu benang merah, yaitu kisah peradaban yang tumbuh di lereng gunung berapi.

Tersedia pilihan paket 2 malam 3 hari maupun 3 malam 4 hari, lengkap dengan akomodasi. Bagi yang ingin mengenal Blitar lebih dalam, BVC menawarkan cara yang berbeda untuk melihat daerah ini. Bukan sekadar mengunjungi tempat-tempat bersejarah, tetapi memahami bagaimana alam, budaya, dan sejarah saling membentuk selama berabad-abad.

_

Beberapa waktu lalu ada yang penasaran dengan menu di OG Café De Karanganjar. Hari ini Min DeKa mau spill sedikit cerita...
24/07/2026

Beberapa waktu lalu ada yang penasaran dengan menu di OG Café De Karanganjar. Hari ini Min DeKa mau spill sedikit cerita di balik pembuatannya.

Banyak pengunjung, bahkan para volunteer yang pernah singgah ke De Karanganjar Koffieplantage, mengatakan bahwa buku menu OG Café terasa berbeda. Bukan hanya karena daftar makanan dan minumannya, tetapi juga karena cerita sejarah yang menyertai hampir setiap menu.

Lucunya, pernah ada pengunjung yang sampai lupa memesan makanan karena terlalu asyik membaca buku menu. Mereka bilang, rasanya lebih seperti membaca buku sejarah daripada sekadar melihat daftar menu. Bedanya, buku sejarah ini disampaikan dengan cara yang asyik dan menarik.

Memang itu yang sejak awal ingin kami hadirkan.

Ide membuat buku menu ini datang dari CEO De Karanganjar. Min DeKa kebagian tugas mengembangkan ide tersebut. Bersama tim, kami menelusuri berbagai referensi sejarah, memilih kisah-kisah yang paling menarik untuk diangkat, lalu menuliskannya secara ringkas menggunakan ejaan Ophuijsen, lengkap dengan terjemahan bahasa Inggris agar dapat dinikmati oleh lebih banyak pengunjung.

Karena itulah, di dalam buku menu ini pengunjung tidak hanya menemukan nama makanan dan minuman. Pengunjung juga akan menemukan cerita tentang perjuangan PETA, sosok sejarah, lagu Geef Mij Maar Nasi Goreng, tradisi masyarakat perkebunan, hingga kisah-kisah lain yang menjadi bagian dari sejarah Blitar dan De Karanganjar.

Bagi kami, makanan bukan sekadar sesuatu yang disajikan di atas meja. Setiap nama menu dipilih karena memiliki cerita yang layak dikenang. Sebab itulah yang ingin kami bagikan kepada setiap orang yang datang ke De Karanganjar Koffieplantage.

Jadi, lain kali saat membuka buku menu OG Café, coba luangkan waktu beberapa menit untuk membaca cerita di baliknya. Siapa tahu, Anda justru menemukan kisah yang paling membekas sebelum hidangan tiba.

_

‼️Plot Twist Sejarah Blitar yang Jarang DisadariDi Jalan Sudanco Supriyadi, Kota Blitar, ada sebuah ironi sejarah yang m...
23/07/2026

‼️Plot Twist Sejarah Blitar yang Jarang Disadari

Di Jalan Sudanco Supriyadi, Kota Blitar, ada sebuah ironi sejarah yang mungkin luput dari perhatian banyak orang.

Di satu sisi jalan berdiri Monumen PETA, yang dibangun untuk mengenang pemberontakan pas**an PETA terhadap pendudukan Jepang pada 14 Februari 1945. Tepat di seberangnya terdapat Taman Makam Pahlawan Raden Wijaya, tempat dimakamkannya seorang berkebangsaan Jepang.

Namanya Tomegoro Yoshizumi.

Sekilas kedengaran bertolak belakang, bukan? Faktanya, Yoshizumi memang layak dimakamkan di sana.

Setelah Jepang menyerah pada akhir Perang Dunia II, ia tidak kembali ke negaranya. Tomegoro Yoshizumi justru memilih membantu perjuangan Republik Indonesia. Ia gugur di Blitar dan dimakamkan di TMP Raden Wijaya sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanannya.

Kisah Tomegoro Yoshizumi dan perjuangan PETA tidak berhenti di monumen ataupun taman makam pahlawan itu saja.

Di OG Café De Karanganjar, cerita itu dihidupkan kembali melalui deretan menu bertema sejarah.

Ada Nasi Mangkok Tomegoro sebagai penghormatan kepada Tomegoro Yoshizumi. Ada p**a Nasi Mangkok Shodancho, Budancho, dan Mortir, yang namanya diambil dari kepangkatan dalam organisasi PETA serta simbol perjuangan di Blitar.

Di De Karanganjar, setiap nama dipilih untuk membawa sepotong kisah, agar sejarah tidak hanya dibaca di buku atau dikenang lewat monumen, tetapi juga bisa dialami dengan cara yang berbeda.

Jika Anda berkunjung ke De Karanganjar Koffieplantage, Anda bisa mencoba menu-menu di OG Café. Barangkali, Anda dapat menemukan potongan kisah sejarah yang jarang diperhatikan. Karena kadang, sebuah cerita besar justru dimulai dari hal yang sederhana, bahkan dari semangkuk nasi.

_

Ssst ... Min DeKa mau jujur, ya. 🤫Dulu waktu sekolah, mimin termasuk tim yang sering ketiduran kalau pelajaran sejarah. ...
22/07/2026

Ssst ... Min DeKa mau jujur, ya. 🤫

Dulu waktu sekolah, mimin termasuk tim yang sering ketiduran kalau pelajaran sejarah. Entah kenapa, rasanya selalu sulit membayangkan peristiwa-peristiwa yang hanya diceritakan lewat buku.

Lucunya, sekarang mimin malah jadi hobi belajar sejarah. Mungkin karena akhirnya menemukan cara belajar yang berbeda. 💛

Di De Karanganjar Koffieplantage, sejarah tidak selalu disampaikan di dalam ruangan. Ada satu jalur bernama "Koffieboomstraat" atau "Jalan Pohon Kopi" dalam bahasa Belanda. Di sepanjang jalan ini, pengunjung diajak mengikuti perjalanan kopi. Mulai dari asal-usulnya, bagaimana kopi menyebar ke berbagai belahan dunia, hingga akhirnya tiba dan dibudidayakan di Nusantara, termasuk di De Karanganjar.

Yang membuat makin menyenangkan, di sini kita tidak sedang duduk mendengarkan penjelasan di ruang kelas. Kita belajar sambil berjalan di antara pohon-pohon kopi yang masih tumbuh dan berbuah hingga sekarang. Rasanya jauh lebih mudah memahami sebuah cerita ketika kita melihat langsung tempat yang berkaitan dengannya.

Benar-benar deh, ternyata belajar sejarah memang tidak harus selalu lewat buku atau ruang kelas. Kadang, cukup berjalan pelan di sebuah kebun kopi sambil menikmati udara sejuk, kita sudah p**ang membawa cerita baru.

Kalau kalian s**a wisata yang punya cerita, senang mencoba pengalaman yang berbeda, atau sekadar ingin ngopi sambil belajar sesuatu yang baru, De Karanganjar Koffieplantage layak masuk daftar tujuan.

Karena di sini, setiap langkah bukan hanya membawa kita menyusuri kebun kopi, tetapi juga perjalanan panjang sejarah yang ada di baliknya. 🥰

Di sini, kopi benar-benar dinikahkan.Kedengarannya seperti cerita fiksi, ya? Namun, tradisi itu benar-benar ada, bahkan ...
21/07/2026

Di sini, kopi benar-benar dinikahkan.

Kedengarannya seperti cerita fiksi, ya? Namun, tradisi itu benar-benar ada, bahkan masih dilestarikan hingga sekarang di De Karanganjar Koffieplantage, Blitar.

Tradisi tersebut dikenal sebagai Manten Kopi.

Sebelum musim panen raya dimulai, dipilih sepasang biji kopi terbaik yang disebut kopi lanang dan kopi wadon. Keduanya kemudian menjalani prosesi adat Jawa layaknya sepasang pengantin. Ada doa-doa, kirab, sesaji, hingga penyerahan simbolis kepada pengelola perkebunan sebagai penanda dimulainya musim panen.

Menariknya, tradisi ini bukan sekadar atraksi wisata. Bagi masyarakat perkebunan, Manten Kopi merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang akan datang sekaligus doa agar panen berlangsung lancar dan membawa keberkahan.

Menurut penuturan para pekerja senior, tradisi Manten Kopi telah ada sejak lama dan diduga sudah berlangsung bahkan jauh sebelum De Karanganjar dikelola keluarga Roeshadi. Hingga kini, tradisi tersebut tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat lereng Gunung Kelud.

Inilah yang membuat De Karanganjar berbeda.

Di sini, kopi bukan hanya soal biji, aroma, atau cita rasa. Di balik setiap musim panen, tersimpan warisan budaya yang terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Beberapa waktu lalu pun De Karanganjar kembali menggelar festival budaya ini. Jika Anda tidak sempat hadir waktu itu, Anda bisa menonton prosesi acaranya di kanal YouTube De Karanganjar.

Atau, Anda bisa datang dan menyaksikan langsung tradisi ini tahun depan di De Karanganjar Koffieplantage.

Adakah tradisi serupa di daerah Anda?

Nggak nyangka! Jejak B**g Karno di Perkebunan Terpencil di Pelosok BlitarKalau mendengar nama B**g Karno, mungkin yang l...
20/07/2026

Nggak nyangka! Jejak B**g Karno di Perkebunan Terpencil di Pelosok Blitar

Kalau mendengar nama B**g Karno, mungkin yang langsung terbayang adalah Istana Merdeka, Istana Gebang, atau Makam B**g Karno di Kota Blitar. Namun, tak banyak yang tahu bahwa jejak Sang Proklamator juga dapat ditemukan di sebuah perkebunan kopi tua di lereng Gunung Kelud.

Perkebunan itu adalah De Karanganjar Koffieplantage.

Menurut berbagai catatan, B**g Karno pernah singgah di perkebunan ini sekitar akhir 1950-an. Salah satu dugaan yang paling kuat adalah kunjungan tersebut berkaitan dengan proses nasionalisasi aset-aset asing setelah Indonesia merdeka. Tidak lama kemudian, perkebunan yang sebelumnya dikelola perusahaan Belanda beralih ke PT Harta Mulia yang didirikan Denny Roeshadi dan dikelola secara turun-temurun.

Jejak kunjungan B**g Karno tersebut kini diabadikan di Ruang B**g Karno yang berada di dalam Roemah Lodji. Ruangan ini didedikasikan untuk mengenang kedatangannya, dilengkapi berbagai koleksi yang berkaitan dengan B**g Karno, termasuk sejumlah benda yang menghadirkan suasana khas zaman itu.

Pastinya, Ruang B**g Karno hanyalah satu bagian dari cerita panjang De Karanganjar Koffieplantage.

Di balik bangunan-bangunan tua, kebun kopi, museum, hingga bangunan lama yang kini diubah menjadi OG Café, tersimpan kisah tentang perjuangan kemerdekaan, nasionalisasi aset, dan perjalanan sebuah perkebunan yang terus bertahan sejak 1874 hingga sekarang.

Kalau sedang berkunjung ke Blitar, sempatkan mampir ke De Karanganjar Koffieplantage. Di sini, Anda tidak hanya dapat menikmati kopi langsung dari kebun, tetapi juga menyusuri jejak sejarah yang pernah dilalui B**g Karno dan menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia.

28/06/2026

Kapan lagi bisa photoshoot bergaya ala Noni Belanda di lokasi yang real bersejarah sejak 1874? 👑✨

Bareng , kita mau ajak kamu time travel ngerasain langsung vibes estetik masa lalu di De Karanganjar. Bukan sekadar studio foto biasa, tapi setiap sudut bangunannya masih terjaga keasliannya dari era kolonial!

Dari gaun vintage yang anggun sampai atmosfer kebun kopi yang magis, semua menyatu sempurna buat bikin portofolio foto kamu makin sinematik dan berkelas.

Yuk, agendakan akhir pekanmu buat bikin momen tak terlupakan di sini. Siapa nih yang mau kamu ajak buat foto ala Noni Belanda bareng? Tag orangnya di komentar! 👇









08/06/2026

Selamat untuk para pemenang Giveaway De Karanganjar periode Mei 2026! 🎉✨


​Terima kasih untuk semua sahabat yang sudah berpartisipasi dan turut merayakan semangat "Kita Bersaudara". Di kebun kopi legendaris 1874 ini, setiap kunjungan adalah cerita baru, dan setiap pemenang adalah bagian dari keluarga besar kita. ☕🏛️
​Cek video untuk tahu apakah namamu yang beruntung bulan ini! Bagi yang belum menang, jangan berkecil hati, karena akan ada keseruan lainnya di bulan depan. Tetap dukung wisata Blitar dan terus berkarya bersama kami!

Address

DUSUN KARANGANJAR TIMUR, DESA MODANGAN, NGLEGOK
Nglegok

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when De Karanganjar Koffieplantage posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to De Karanganjar Koffieplantage:

Shortcuts

Share

Category