16/09/2026
Di balik tumpukan karung-karung itu, tersimpan sebuah impian yang amat berkilau.
Selama 17 tahun, Syamsiah menyandarkan hidupnya pada lembaran-lembaran karung bekas. Sebuah usaha yang tampak sederhana, namun dijalani dengan ketekunan luar biasa dan keyakinan tanpa tepi.
Sinergi perjuangan itu terukir erat bersama sang suami. Tanpa kenal lelah, suaminya berkeliling menjelajahi Kabupaten Sidrap, mengumpulkan karung-karung bekas dari satu pabrik penggilingan padi ke pabrik lainnya.
Karung-karung itu kemudian dibawa ke Palopo, tempat Syamsiah dengan penuh kesabaran menanti para pembeli, mendistribusikannya ke pabrik-pabrik pengolahan rumput laut.
Secara nominal, Syamsiah mengakui bahwa keuntungan dari usaha karung bekas ini tidaklah seberapa. Namun, di sanalah letak keajaibannya. Ia selalu meniatkan setiap rupiah yang didapat untuk satu tujuan mulia; menginjakkan kaki di tanah suci.
Niat yang tulus menjadikan rezeki yang sedikit terasa melimpah penuh keberkahan, melampaui perhitungan matematis manusia.
Usaha yang tak pernah surut dan doa yang terus mengetuk pintu langit akhirnya membuah hasil yang manis. Pada tahun 2025, impian itu tidak hanya terwujud, tetapi dijawab oleh Allah dengan cara yang begitu indah.
Syamsiah diberangkatkan melalui jalur haji khusus bersama Tazkiyah Tour, travel spesialis haji khusus pertama di Indonesia.
Karung-karung bekas yang dulu dipenuhi debu kini membawanya menikmati pelayanan dan fasilitas bintang lima di tanah suci.
Momen paling mengharukan tercipta saat burung besi yang ditumpanginya mulai bergerak turun. Air mata Syamsiah mengucur deras tanpa sanggup ia tahan tatkala pengumuman terdengar bahwa pesawat akan segera mendarat di Jeddah. Makkah dan Madinah, dua kota suci yang selama ini hanya hadir dalam sujud dan mimpinya, benar-benar berada di depan mata.
Kisah Syamsiah adalah bukti nyata bahwa tidak ada impian yang terlalu tinggi jika diimbangi dengan ikhtiar jujur, niat yang bersih, serta doa yang tak pernah putus.
Dari tumpukan karung bekas, Allah membukakan jalan menuju Baitullah.