30/07/2026
Selama empat tahun, sebuah truk yang melintasi ribuan kilometer jalanan China menjadi lebih dari sekadar kendaraan pengangkut barang. Di dalam kabin sempit itulah Nie Jianwen hidup, bekerja, dan merawat istrinya, Cao Yingying, yang lumpuh setelah mengalami pendarahan otak pada 2020.
Ketika penyakit itu merenggut kemampuan Cao untuk berjalan dan mengurus dirinya sendiri, kehidupan keluarga mereka berubah total. Alih alih meninggalkan istrinya di rumah atau menyerahkan perawatannya kepada orang lain, Nie mengambil keputusan yang tidak biasa. Ia mengubah truknya menjadi rumah berjalan dan membawa sang istri dalam setiap perjalanan kerja.
Ruang yang hanya beberapa meter persegi itu menjadi tempat mereka menjalani hari demi hari. Nie menyiapkan makanan, menyuapi istrinya, memandikannya, mengganti pakaian, memberikan obat, hingga membantu latihan rehabilitasi. Saat truk berhenti di area istirahat atau lokasi bongkar muat, ia menggendong Cao turun untuk melatih kembali otot otot yang melemah akibat kelumpuhan.
Kehidupan di jalan raya penuh dengan kesulitan. Keterbatasan ruang membuat aktivitas sederhana seperti mandi atau menggunakan toilet menjadi tantangan besar. Namun Nie tidak pernah meninggalkan istrinya sendirian. Baginya, perempuan yang telah mendampinginya sejak muda itu tetap menjadi orang yang sama yang pernah berbagi mimpi dan membangun keluarga bersamanya.
Pada 2022, kisah mereka menyebar luas dan menyentuh jutaan orang. Banyak yang melihat perjuangan Nie sebagai bukti bahwa cinta tidak selalu ditunjukkan melalui kata kata manis, melainkan melalui kesediaan untuk tetap bertahan ketika keadaan menjadi paling sulit.
Perjalanan panjang itu berakhir pada Januari 2024 ketika Cao Yingying meninggal dunia setelah bertahun tahun berjuang melawan penyakitnya. Setelah pemakaman selesai, Nie kembali mengemudikan truknya seorang diri. Namun setiap sudut kabin yang pernah menjadi rumah mereka masih menyimpan kenangan tentang seorang suami yang memilih menemani istrinya hingga akhir, dan seorang istri yang tak pernah benar benar ditinggalkan selama perjalanan hidupnya.