09/02/2020
Bismillahirrahmanirrahim
BERDAGANG ADALAH IBADAH KEPADA ALLAH SWT
Berdagang adalah profesi Nabi dan sebagian besar para sahabat berdagang pekerjaannya. Oleh sebab itu 90% pintu rezeki ada di dalam perdagangan. Disamping diantara berdagang dengan dakwah memiliki kesamaan di dalam prakteknya, hanya yang satu menawarkan barang yang kedua menawarkan Islam untuk dijadikan agama yang paling sempurna. Sebagaimana firman Allah di dalam Al Qur’an, yaitu surat Al Maidah ayat ketiga, yang artinya :”Pada hari ni telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat Ku, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa dibolehkan memakan makanan yang diharamkan jika terpaksa) karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Agar kita di dalam berdagang bisa menghantarkan ke jalan yang benar, yaitu yang diridhaoi Allah dan sekaligus berbuat lancar di dalam usaha. Alangkah baiknya kita dasari usaha kita dengan :
1. Berdagang untuk ibadah
a. Pekerjaan Rasulullah
b. Sebagian besar pekerjaan para sahabat Rasulullah
c. Ada satu bab yang membahas berdagang dalam fiqih di mana pada profesi lain tidak banyak dibahas.
2. Berdagang dengan sikap akhlakul karimah
a. Jujur kepada pembeli agar tidak saling membohongi
b. Yakin kepada Allah agar dagangannya laku
c. Amanah di dalam perdagangan
d. Menjelaskan barang dagangannya yang sebenarnya
e. Berwajah ceria / antusias
f. Banyak tersenyum
g. Melayani yang berarti membantu orang lain agar tidak tertipu dalam membeli barang
h. Menyebarkan salam yaitu Assalamu’alaikum Warahmatullohi Wabarokaatuhu
i. Saling mengenal antar penjual dan pembeli
j. Berjabat tangan diantara kaum laki-laki, perempuan dengan perempuan
k. Berbicara dengan baik dan mendoakan agar selalu dibimbing oleh Alloh ke jalan yang benar
l. Berusaha dengan selalu menepati janji dan lain-lain
3. Bekerja dengan taqwa kepada Alloh, pasti berjaya
a. Menegakkan sholat berjamaah dengan tepat waktu
b. Berusaha sholat malam sebagaimana ittiba’ kepada Rasulullah
c. Berusaha menjalankan sholat dhuha
d. Selalu berdoa hanya kepada Alloh
e. Memberi shodaqoh dengan rutin
f. Bekerja dengan sungguh-sungguh dan jangan malas
4. Bekerja untuk mulia
a. Membantu sesama saudara kita yang belum punya pekerjaan
b. Menciptakan pekerjaan dengan ide-ide yang mampu untuk menjadi pengusaha sukses
c. Meningkatkan ukhuwah sesame muslim
d. Sebagai alat untuk membiayai Islam dan perjuangannya.
5. Berdagang dengan ikhlas
a. Bersifat qona’ah atas pemberian dari Allah
b. Hasil puas tidak kecewa dengan rezeki yang diberikan Alloh
c. Tenaga tidak terbatas
d. Pekerjaan tuntas.
Orang-orang yang mempunyai ruh wirausahawan yang harus terisi dalam setiap nafas usaha yang digelutinya mestinya adalah ruh-ruh orang Islam pilihan dari orang-orang sholih. Bukan orang kaya Bill Gate,s Rockefeller, Kiyosaki, Tum De Sung dan ruh-ruh lainnya. Oleh sebab itu kita harus mencari ruh figure yang sukses di dunia dan di akhirat, diantaranya :
1.) Muhammad Rasulullah : Orang yang jujur di dalam perdagangan dan memudahkan orang dimana apabila orang minta tolong pasti ditolong. Sebagaimana sifat Rasulullah, yaitu :
- sidiq : mempunyai fiat jujur
- Amanah : mempunai sifat yang dapat dipercaya
- Fatonah : mempunyai sifat pandai
- Tablig : mempunyai sifat penyampai
2.) Adalah abu Bakar As Shidiq yangmana menginfaqkan di hari beliau masuk Islam dengan 40.000 dirham, dan sangat gembira Rasulullah akan hal ini dengan sabdanya : “Alangkah bermanfaatnya bagiku harta ini Abu Bakar”. Abu Bakar demi melihat ini menangis dan berkata,”Ya Rasulullah tak lain sekarang hartaku juga hartamu”
3.) Abdurrahman bin Auf. Siapa orang yang tidak kenal maestro bisnis wirausahawan yang sukses ini. Seorang wirausahawan belumlah cukup dianggap sempurna sampai ia meneladaninya. Sungguh satu hadist yagn tidak pernah lupa terpatri dibenaknya: “Wahai Ibnu Auf! Anda termasuk orang kaya dan anda akan masuk surga secara perlahan-lahan (merangkat), pinjamkan kekayaan itu kepada Allah pasti Allah akan mempermudah langkahmu”.
Sejak peristiwa itu Abdurrahman bin Auf melakukan :
1. Ia telah infaqkan 40 ribu dinar dibagikan ke Bani Zuhroh, para istri nabi dan fakir miskin
2. Ia telah infaqkan atas kesaksian Aisyah radhiyaahu anha 700 unta beserta muatan dan perlengkapannya.
3. 500 ekor kuda untuk fie sabilillah
4. 1500 ekor kendaraan
5. Di hari wafatnya ia berwasiat agar dibagikan 50.000 dinar di jalan Alloh dan setiap peserta perang Badar masing-masing 400 dinar. Sampai Utsman bin Affan pun mengatakan :”Harta Abdurrahman bin Auf hala lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berkah”
4). Suhaib bin Sinan, sang pedang yang tidak pernah rugi. Orang yang memberi semua hartanya di Mekah untuk para pengejar Quraisy saat hijrah sampai di Madinah. Rasulullah menyambut dengan s**a dan bangganya. “Beruntung perdaganganmu hai Abu Yahya, Beruntung perdagangan mu hai Abu Yahya”. Kemudian turun firman Allah surat Al Baqarah ayat 127 :
“Dan di antara manusia ada yang sedia menjual dirinya demi berharap keridhoan Allah, dan Alah Maha Penyantun terhadap hamba-hamba-Nya.” Dan ketika amat pemurahnya, Umar bin Khattab menegurnya, “Saya lihat kamu banyak sekali mendermakan makanan hingga sampai melampaui batas” Jawab Suhaib “Sebab saya mendengar Rasulullah bersabda:”Sebaik-baik kalian adalah orang yang s**a memberi makanan”.
“Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai harapannya, maka Allah akan memberi kepuasan dalam hatinya, menghimpukan segala impiannya dan dunia pun akan mendatanginya dengan menunduk. Dan barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai cita-citanya, maka Allah akan jadikan kemiskinan di depan matanya, membuyarkan segala impiannya dan dunia takkan mendatanginya melainkan apa yang telah ditentukan baginya”. (HR. Turmudzi)