22/10/2021
https://docs.google.com/forms/d/123KyZOQWgv3HcMZswk5lSchqanPYXoz1TH0YgXQrJVs/edit?usp=drivesd
﷽
GAMBARAN MASJID RASULULLAH ﷺ DAN FUNGSINYA
MASJID adalah rumah ibadah umat Islam. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat shalat berjamaah, termasuk shalat Jumat.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan masjid sebagai "rumah atau bangunan tempat bersembahyang orang Islam".
Secara bahasa, masjid berasal dari akar kata Arab, sajada, yang artinya sujud. Masjid artinya tempat sujud, yakni shalat.
Dalam perspektif Islam, setiap tempat yang dijadikan tempat shalat bisa disebut masjid. Rasulullah ﷺ menyatakan, bumi adalah masjid bagi umat Islam. Artinya, kaum Muslim tidak selalu harus di masjid jika hendak shalat alias di mana boleh untuk shalat, selama tempatnya suci dan kondusif untuk shalat.
Rasulullah ﷺ menyatakan;
"Aku diberi lima hal yang tidak diberikan kepada seorang(Nabi)pun sebelumku, salah satunya adalah:
bumi dijadikan bagiku sebagai mesjid dan untuk bersuci, siapa pun dari umatku yang menjumpai waktu shalat, maka shalatlah….” (HR Bukhari)
Masjid Quba adalah masjid pertama yang didirikan Rasulullah ﷺ saat tiba di Yatsrib (Madinah) dalam peristiwa hijrah, yang hingga kini masih berdiri kukuh di Kota Madinah, Arab Saudi.
Setelah Masjid Quba berdiri Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat mendirikan Masjid Nabawi pada 18 Rabiul Awal tahun pertama Hijriyah. Masjid Nabawi bisa dikatakan "menyatu" dengan kediaman beliau ﷺ.
Pada masa itu, bentuk Masjid Nabawi sangat sangat sederhana, yakni berdinding batu bata.
أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ أَخْبَرَهُ أَنَّ الْمَسْجِدَ كَانَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَبْنِيًّا بِاللَّبِنِ وَالْجَرِيدِ قَالَ مُجَاهِدٌ وَعُمُدُهُ مِنْ خَشَبِ النَّخْلِ فَلَمْ يَزِدْ فِيهِ أَبُو بَكْرٍ شَيْئًا وَزَادَ فِيهِ عُمَرُ وَبَنَاهُ عَلَى بِنَائِهِ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِاللَّبِنِ وَالْجَرِيدِ وَأَعَادَ عُمُدَهُ قَالَ مُجَاهِدٌ عُمُدَهُ خَشَبًا وَغَيَّرَهُ عُثْمَانُ فَزَادَ فِيهِ زِيَادَةً كَثِيرَةً وَبَنَى جِدَارَهُ بِالْحِجَارَةِ الْمَنْقُوشَةِ وَالْقَصَّةِ وَجَعَلَ عُمُدَهُ مِنْ حِجَارَةٍ مَنْقُوشَةٍ وَسَقْفَهُ بِالسَّاجِ
Dari Abdullah bin Umar, bahwasanya masjid pada masa Rasulullah ﷺ dibangun dengan batu bata dari tanah Hat dan pelepah kurma, tiangnya dari batang pohon kurma, lalu Abu Bakar radhiyallahu 'anhu tidak menambahnya sedikitpun, dan Umarlah yang menambahnya, dan membangunnya di atas bangunan pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dengan batu bata dari tanah Hat dan pelepah kurma. Lalu Utsman merubahnya dan menambahnya dengan beberapa tambahan, dia membangun temboknya dengan batu yang di ukir dan kapur, tiangnya dibuat dari batu yang diukir, atapnya dengan kayu jati. " (Shahih: Bukhari)
Bagian sebelah utara diberi atap dan pada awalnya bagian utara adalah kiblat, yaitu Bayt Al-Maqdis.
Di sebelah utara dibuat serambi untuk tempat shalat yang bertiang pohon kurma, beratap datar dari pelepah dan daun kurma, bercampurkan tanah liat.
Di tengah-tengah ruang terbuka dalam masjid yang kemudian biasa disebut sahn, terdapat sebuah sumur tempat wudhu. Kebersihan terjaga, cahaya matahari dan udara dapat masuk dengan leluasa.
Prof Harun Nasution dalam Islam Rasional menyebutkan, di sinilah shalat dan ibadah pada mulanya banyak dilakukan. Ketika arah kiblat diubah dari Baitul Maqdis (Yerusalem) ke Ka'bah di Mekkah, maka sebagian sebelah selatan diberi atap p**a.
Tetapi, atap bagian utara tidak dibuka karena di bagian itu dijadikan tempat berlindung dan menginap Ahl Al-Shuffah atau kaum muhajirin yang meninggalkan harta kekayaan mereka di Makkah dan turut hijrah dengan Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Di tempat kediaman yang baru ini mereka tidak memiliki apa-apa.
Di bagian sebelah timur dari masjid itu, pada mulanya ada dua ruangan kecil untuk untuk kedua istri Nabi Muhammad SAW, Saudah dan Aisyah.
Pintunya di sebelah barat dan orang yang ke luar dari ruangan tersebut langsung terhubung ke dalam ruangan masjid. Kemudian didirikan lagi tujuh rumah kecil yang serupa untuk istri Nabi Muhammad yang lainnya.
Dari gambaran di atas dapat dipahami bahwa masjid berfungsi tidak hanya untuk melakukan ibadah semata, tetapi juga tempat berlindung dan menginap bagi Ahl Al-Suffah dan rumah tempat tinggal bagi Rasulullah dan keluarga.
SEMOGA BERMANFAAT.
Kang Agus umroh terbaik
083827182155
Konsultasi umroh
https://g.page/r/CbzxaNQbq-SAEA0/review