02/08/2020
REAKSI YANG MENENTUKAN
Seorang laki laki pergi ke Masjid. Ia lupa mematikan (silent mode) hp nya, dan secara tiba tiba berdering waktu sedang berdoa. Seorang takmir menegurnya dari depan, Beberapa orang memarahinya usai berdoa karena dia sudah mengganggu kekhusukan dan ketenangan mereka ketika berdoa
Dalam perjalanan pulang, Istrinya terus memarahinya karena keteledorannya
Sepanjang jalan pulang ke rumah. Orang orang tampak melihatnya dengan rasa nyinyir dan menertawakannya, dipermalukan dan meremehkannya
Sejak itu, ia memutuskan untuk tidak pernah lagi melangkahkan kakinya ke Masjid itu
DAN
Malamnya, ia pergi ke cafe dan bar. Masih merasa gugup dan terguncang, ia tidak sengaja menumpahkan minumannya di meja. Pelayan bar dengan sigap meminta maaf dan memberikan lap bersih untuk membersihkan pakaiannya. Petugas kebersihan mengepel lantai. Manajer bar itu memberikan minuman pengganti. Ia juga memberikannya pelukan serta berkata
"Jangan kuatir, Siapa sih yang tidak pernah berbuat salah?"
Sejak saat itu, ia tidak pernah berhenti datang ke cafe dan bar itu
PELAJARAN:
Terkadang sikap kita sebagai orang yang beriman dan percaya kepada hari akhir malah mengantarkan jiwa-jiwa untuk tersesat dalam ketidakpahaman. Kita memagari/ mengekslusifkan diri kita seakan kita adalah orang2 suci
Bagaimana kita bicara tentang memenangkan jiwa, bila fokus kita adalah kesalahan2 orang lain saja dalam beribadah?
Mari asah kembali mata hati kita, bukan soal siapa benar ataupun siapa salah, namun respon kita yg menentukan
Copas dari Jack Irwan Khawrizmi