09/02/2021
| DAMPAK PERGESERAN TANAH DI CIBALONG, 30 JIWA TERPAKSA MENGUNGSI | .today
Sebanyak 30 Jiwa yang menghuni 7 Rumah terpaksa harus mengungsi lantaran rumah mereka rusak berat dan sedang akibat pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Babakan Jeruk, Desa Singajaya, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya.
Mereka, seluruhnya mengungsi ke tempat yang lebih aman yang berjarak 1 km dari lokasi pergeseran tanah. Warga yang mengungsi terpaksa ada yang harus tinggal bersama saudaranya demi keselamatan jiwa.
Enceng (40) salah satu warga yang rumahnya rusak berat mengakui, ia tidak menyangka di kampungnya akan terjadi bencana pergeseran tanah. Selama ini, kata Enceng, wilayahnya dirasa aman dari bencana.
"Teu nyangki pak bakal sapertos kieu, Tapi tos musibah panginten pak. Anu kaemutan ku abi mah ayeuna kedah calik di mana, (Gak percaya akan seperti ini, tapi mungkin ini sudah musibah. Yang saya pikirkan sekarang, saya harus duduk di mana)," kata Enceng, Rabu (9/2/2021).
Enceng menambahkan, setelah musibah pergeseran tanah yang terjadi, Minggu (7/2/2021) lalu, ia dibantu warga lainnya sudah berangsur mengevakuasi barang-barang ke rumah saudaranya.
"Atos, sadayana barang tos dialihkeun margi sok sieun aya deui musibah teras longsor(Sudah, semua barang sudah dipindahkan, karena takut ada lagi musibah lanjutan lalu longsor)," ujar Encang.
Korban lainnya Nanang (52) mengatakan, saat kejadian tidak merasakan getaran atau guncangan. Hanya saja ada suara retakan kayu yang diduga berasal dari atap rumah miliknya. Setelah suara retakan, baru muncul beberapa retakan di dinding rumah.
"Teu aya karaos sapertos gempa, teu aya. Mung tos aya retak we ageung dina tembok. Beuki ageung si retakan eta teh ngungsi we ka keluarga (Tidak ada pertanda seperti gempa, tidak ada. Cuma (saat dilihat) sudah ada retakan besar di dinding. Karena semakin besar retakannya, (saya) ngungsi ke rumah keluarga)," ucap Nanang.
Nanang menambahkan, ke depan ia hanya bisa berpasrah pada bantuan dari pemerintah untuk tempat tinggal. Kalaupun harus relolasi, kata Nanang, ia dan korban lainnya akan mengikuti keputusan pemerintah.
Selengkapnya di www.ayotasik.com