MITRA 3 NYALA

MITRA 3 NYALA Bengkel serba guna/stell-SS-Al, tank specialis, incenator, dryer, agitator, fabrication silo batchin

dino patti djalal ini bukan orang sembarangan. beliau mantan dubes ri untuk as, mantan wamenlu, dan anak dari diplomat l...
03/06/2026

dino patti djalal ini bukan orang sembarangan. beliau mantan dubes ri untuk as, mantan wamenlu, dan anak dari diplomat legendaris hasyim djalal.

jadi kalau dino ngomong soal adanya 17 calon dubes asing yang masih nunggu serah surat kepercayaan ke presiden, itu bukan gosip. itu fakta dari daleman.

bayangin, ada yang udah nunggu 8 bulan. ada juga dubes dari negara asean yang nunggu 6 bulan. mereka udah di jakarta, tapi belum bisa mulai kerja. karena mentok di meja istana.

sementara dubes indonesia di luar negeri selalu cepat diterima. ini double standard yang mulai dibaca mitra internasional.

seorang diplomat senior sekelas dino sampai buka suara ke publik, artinya kondisi ini sudah parah. beliau bahkan sudah coba semua jalur komunikasi. macet.

ini bukan cuma masalah protokol. ini masalah reputasi. indonesia sedang dikirim sinyal: "kita gak serius sama hubungan bilateral."

lucunya, presiden dan seskab sibuk klarifikasi soal biaya perjalanan dinas yang katanya ditanggung pribadi. tapi urusan sepenting ini malah diem.

ngapain keliling dunia cari investasi, kalau dubes negara sahabat aja bertahun-tahun gak diterima?

Dino Patti Djalal diplomat senior Indonesia, mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat, Ketua Dewan Pembina Foreign Policy C...
31/05/2026

Dino Patti Djalal diplomat senior Indonesia, mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat, Ketua Dewan Pembina Foreign Policy Community of Indonesia baru saja secara terbuka mengkritik Prabowo.
prabowo dinilai sudah kelewatan batas untuk mengadakan kunjungan keluar negeri.

Dan kritiknya sangat spesifik, sangat terukur, dan sangat sulit dibantah.
Ini faktanya yang paling mengejutkan:
Sejak dilantik sebagai presiden Prabowo menghabiskan sekitar satu dari setiap enam hari masa jabatannya untuk perjalanan ke luar negeri.

Satu dari enam hari.
Artinya hampir 17% dari total waktu kepresidenannya dihabiskan di luar negeri.

Dan setiap satu kunjungan presiden ke luar negeri biayanya bisa mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah.

Untuk tim pendahulu, penerbangan kepresidenan, pengamanan, akomodasi hotel, logistik, dan seluruh rombongan yang ikut.

Sementara di dalam negeri:
rupiah di Rp17.900.
Guru honorer dapat Rp250.000 per bulan.
Putusan MK soal pendidikan gratis diabaikan satu tahun penuh. Rakyat makan dari pinjol.

Dan ini yang paling menohok dari kritik Dino:
Substansi pertemuan bilateral pembicaraan serius antara dua kepala negara rata-rata hanya berlangsung satu sampai dua jam.

Sisanya? Seremonial.
Foto bersama.
Jamuan makan malam.
Pertunjukan budaya.
Prosesi protokoler yang panjang.

Untuk satu sampai dua jam pembicaraan substantif Indonesia mengeluarkan ratusan miliar rupiah dan presidennya tidak ada di dalam negeri selama berhari-hari.

Dan Dino memberikan contoh yang sangat konkret: Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum berkomunikasi dengan Trump beberapa kali melalui sambungan telepon tanpa perlu terbang ke Washington.
Hasilnya? Substansinya sama.

Dan ini tentang Menlu Sugiono yang paling perlu dipertanyakan:

Indonesia punya Menteri Luar Negeri.
Namanya Sugiono.
Jabatannya ada untuk menjalankan misi diplomatik itu memang tugasnya, bukan tugas presiden untuk setiap urusan bilateral.

Dino mengingatkan:
mantan Menlu Hassan Wirajuda, Marty Natalegawa, Retno Marsudi mereka semua kerap menjalankan misi diplomatik besar secara mandiri tanpa presiden harus ikut setiap saat.
Dan hasilnya tidak berbeda signifikan.

Jadi pertanyaannya sangat sederhana: untuk apa ada Menlu kalau setiap urusan diplomatik harus presiden yang pergi sendiri dengan rombongan ratusan orang dan biaya ratusan miliar?

Apakah Sugiono tidak dipercaya?
Apakah Sugiono tidak kompeten?
Atau Sugiono memang tidak diberi ruang untuk bekerja karena presidennya lebih s**a pergi sendiri?

Ini bukan cuma soal efisiensi.
Ini soal apakah sistem pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya.

Dan ini yang paling pedas pola yang sudah terbentuk:

Prabowo ke Brasil pulang bawa instruksi Bahasa Portugis wajib di sekolah.
Tidak ada tindak lanjut sampai sekarang.

Prabowo ke Paris tiga kali dalam setahun pulang bawa instruksi Bahasa Prancis wajib di semua sekolah.
Tidak ada roadmap.
Tidak ada anggaran guru.

Prabowo ke mana pun pulang bawa janji investasi miliaran dolar yang sebagian besar tidak pernah terwujud dalam angka nyata masuk ke Indonesia.

Sementara biaya untuk pergi ke sana dan ke sini terus mengalir dari kas negara yang sama-sama kita tahu sedang dalam tekanan efisiensi.

Di satu sisi pemerintah memotong anggaran pendidikan, kesehatan, dan transfer daerah dengan alasan efisiensi.

Di sisi lain presiden terbang keliling dunia dengan frekuensi yang menurut diplomat seniornya sendiri "tidak lazim dan berada di luar batas kewajaran."

Dan ini solusi yang sudah Dino tawarkan sangat sederhana:

Gunakan video conference untuk pertemuan bilateral yang substansinya bisa dilakukan jarak jauh. Manfaatkan forum internasional untuk melakukan banyak pertemuan bilateral sekaligus dalam satu trip.

Dan percayakan misi teknis diplomatik kepada Menlu yang biaya perjalanannya jauh lebih kecil karena rombongannya jauh lebih kecil.

Bukan berarti presiden tidak boleh ke luar negeri.
Tapi satu dari enam hari itu bukan diplomasi aktif.
Itu gaya hidup keliling dunia yang dibiayai negara.

Indonesia sedang dalam tekanan ekonomi yang sangat nyata. Rupiah melemah.
Rakyat susah.
Anggaran dipotong di mana-mana dengan alasan efisiensi.

Tapi presiden menghabiskan 17% masa jabatannya di luar negeri dengan biaya ratusan miliar per kunjungan dan pulang membawa instruksi-instruksi yang tidak punya roadmap, tidak punya anggaran, dan tidak punya tindak lanjut yang terukur.

Dino Patti Djalal bukan politisi oposisi.
Dia adalah diplomat senior yang hidupnya dihabiskan untuk diplomasi Indonesia.
Kalau orang seperti dia yang bilang ini sudah tidak lazim maka ini memang sudah tidak lazim.

Dan Menlu Sugiono yang gajinya dibayar rakyat Indonesia untuk menjalankan diplomasi sudah saatnya diberi ruang untuk benar-benar bekerja.

Atau kalau memang tidak diberi ruang publik berhak tahu kenapa...

Parasut kapsul balik Shenzhen ‐21 membentuk topi merah kecil tepat di bulan. Lucu!
31/05/2026

Parasut kapsul balik Shenzhen ‐21 membentuk topi merah kecil tepat di bulan. Lucu!

16/05/2026
_*MODUS OPERANDI : NEGARA MENGGRATISKAN BENSIN ELIT, RAKYAT DISURUH MALU*_​Menteri Bahlil Lahadalia baru saja mengeluark...
27/04/2026

_*MODUS OPERANDI : NEGARA MENGGRATISKAN BENSIN ELIT, RAKYAT DISURUH MALU*_

​Menteri Bahlil Lahadalia baru saja mengeluarkan pernyataan yang menyerang mentalitas rakyat : "Malu-lah menggunakan subsidi." Sebuah kalimat yang terdengar heroik, jika saja tidak datang dari seorang pejabat yang seluruh pergerakan rodanya dari rumah ke kantor hingga ke lobi hotel mewah dibayar lunas oleh pajak rakyat.

​Mari kita bedah anatomi kemunafikan ini dengan fakta yang menusuk jantung birokrasi.

​Anatomi "Subsidi Mewah" Sang Pejabat

​Di balik retorika penghematan anggaran, sistem birokrasi kita telah mengunci hak istimewa bagi para elit melalui DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran). Pejabat tidak perlu mengantre di SPBU dengan dompet tipis; mereka dibekali VVIP Fuel Card.

​Setiap liter Pertamax Turbo atau Dex yang mereka bakar adalah beban APBN yang membengkak. Ironisnya, kenaikan harga BBM dunia tidak pernah membuat para pejabat ini mengubah gaya hidup, karena pagu anggaran mereka akan otomatis menyesuaikan. Sementara itu, rakyat di kasta bawah harus memutar otak mencari jalan tikus demi menghemat satu tetes Pertalite.

​Perbandingan Kasta: Istana vs Jalanan

​Untuk memahami betapa tidak adilnya narasi "Malu" ini, kita harus melihat angka riil yang selama ini disembunyikan di balik istilah operasional:

​Jatah "Raja" di Atas Aspal: Seorang pejabat selevel Dirjen atau Kepala Badan memiliki jatah BBM operasional hingga 500 Liter per bulan. Dengan asumsi harga Pertamax Turbo di angka Rp16.000, negara memberikan "subsidi terselubung" sebesar Rp8.000.000 per bulan hanya untuk satu orang pejabat. Ini belum termasuk bensin untuk mobil pengawal (patwal) yang juga ditanggung negara.

​Nasib Kasta Jalanan: Bandingkan dengan kurir logistik atau pengemudi ojek online. Mereka menghabiskan 5 hingga 8 liter sehari untuk mencari nafkah. Bedanya, mereka membayar 100% dari kantong sendiri. Setiap kenaikan harga BBM adalah ancaman langsung terhadap jatah makan anak-anak mereka di rumah.

​Skandal Sewa Mewah: Kita tidak bisa melupakan anggaran sewa mobil Badan Gizi Nasional yang menembus Rp6,9 Miliar. Ini adalah level tertinggi dari ketidakmaluan: Negara menyewa mobilnya, negara membelikan bensinnya, dan rakyat menurut Bahlil harus menanggung "malunya".

​Diagnosa: Republik Salah Subsidi

​Sistem ini telah menciptakan kasta ekonomi yang sangat tajam. Pemerintah tidak sedang menertibkan subsidi agar "tepat sasaran". Mereka sedang mengamankan likuiditas untuk memastikan gaya hidup "gratisan" para birokrat tidak terganggu.

​Siapa yang seharusnya malu? Apakah rakyat yang menggunakan hak subsidinya untuk sekadar bisa bekerja? Ataukah pejabat yang bensinnya, sopirnya, bahkan hingga anggaran semir sepatunya dibayari oleh pajak si miskin?

​Pak Bahlil, kami tidak butuh diajari moral oleh orang-orang yang kaos kakinya saja masih masuk dalam komponen anggaran negara. Berhenti menggunakan kata "Malu" sebagai tameng untuk menutupi fasilitas mewah kalian.

Seekor lumba-lumba totol (Stenella attenuata) terekam dalam sebuah foto saat sedang melakukan lompatan setinggi 4,5 mete...
14/04/2026

Seekor lumba-lumba totol (Stenella attenuata) terekam dalam sebuah foto saat sedang melakukan lompatan setinggi 4,5 meter di atas permukaan laut. Spesies ini dikenal memiliki kemampuan atletis yang sangat baik, sehingga sering mendapatkan julukan 'Air Dolphin' karena frekuensi dan ketinggian lompatannya. Jika dibandingkan dengan skala tubuh manusia, kekuatan lompatan tersebut setara dengan seseorang yang mampu melompati ring basket hanya dengan satu kali tolakan tenaga.

Secara fisik, lumba-lumba ini memiliki dimensi tubuh yang relatif ramping dengan panjang rata-rata sekitar 2 meter dan berat badan kurang lebih 113 kilogram. Kemampuan untuk mencapai ketinggian lompatan yang signifikan tersebut bersumber dari kekuatan otot pada bagian ekor atau flukes yang berfungsi sebagai pendorong utama di dalam air. Struktur tubuh yang hidrodinamis memungkinkan hewan ini meminimalisir hambatan air sehingga dapat melesat keluar dari permukaan dengan kecepatan tinggi.

Fenomena ini menunjukkan efisiensi biologis yang dimiliki oleh penghuni samudera dalam memanfaatkan kekuatan otot untuk mobilitas yang ekstrem. Lompatan tinggi ini bukan sekadar unjuk kekuatan, melainkan bagian dari perilaku alami spesies tersebut dalam berkomunikasi, menghindari predator, atau membuang parasit yang menempel pada kulit. Data teknis mengenai proporsi tubuh dan daya dorong ekornya memperkuat posisi lumba-lumba totol sebagai salah satu mamalia laut dengan kemampuan fisik paling fungsional di habitatnya.

Di ujung timur indonesia , tanah kering NTT terpanggang matahari. Seorang anak kecil melangkah menuju sekolah seragamnya...
17/02/2026

Di ujung timur indonesia , tanah kering NTT terpanggang matahari. Seorang anak kecil melangkah menuju sekolah seragamnya simpel🥹
Tasnya lusuh , dan sepatunya robek par4h🫢 ujungnya terbuka , solnya hanpir lepas🙈

Namun setiap langkahnya penuh harapan: untuk masa depan yang baik, untuk membanggakan orang tua untuk mengubah nasib,, meski kaki sak!t dan mungkin diperhatikan teman , ia Tetap tegak.
Bagi dia , pendidikan lebih berharga Dari rasa malu dan lebih besar Dari kekurangan.🥹

Sepatu boleh r0bek , tapi semangatnya tidak pernah pat4h,, dari tanah sederhana NTT,, cita citanya menjulang tinggi 🥰👍💪
Semangat dek ,, semoga kelak jadi Anak sukses
Aminnnn 🤲

Address

Banyuwangi

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Telephone

+81333741756

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when MITRA 3 NYALA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share